Scroll untuk melanjutkan membaca

Hidup-hidupilah Organisasi, Jangan Cari Hidup di Dalamnya

Nalarmerdeka.com – Ada yang masuk organisasi karena ingin terlihat sibuk. Ada yang masuk karena ingin punya jabatan. Ada juga yang masuk tapi diam-diam berharap organisasi bisa jadi sumber penghasilan. Padahal sejak awal, organisasi didirikan bukan untuk itu. Kita mungkin perlu jujur: selama ini kita masuk organisasi untuk memberi, atau untuk mengambil?

Organisasi Itu Pohon, Bukan Tangga Karir

Kita sering salah kaprah soal organisasi. Banyak yang melihatnya seperti tangga — tempat memanjat, menginjakkan kaki di bahu orang lain, lalu mengklaim puncak sebagai milik sendiri. Padahal organisasi lebih mirip pohon rindang.

Ada akar yang tak terlihat tapi menopang segalanya. Ada batang yang berdiri tegak menanggung beban. Ada ranting, daun, bahkan buah — masing-masing punya fungsi, masing-masing punya peran. Tidak ada bagian yang paling penting. Tidak ada bagian yang boleh meremehkan bagian lain.

Ketika seseorang merasa paling berjasa, paling berkontribusi, paling berperan — itu tanda bahwa dia belum benar-benar memahami organisasi. Prestasi organisasi adalah prestasi bersama. Bukan milik satu orang yang paling keras berteriak.

Soliditas Itu Pilihan, Bukan Kebetulan

Kebersamaan tidak datang sendiri. Kita yang harus membangunnya — setiap hari, dengan pilihan-pilihan kecil yang sering kita anggap sepele.

Pilihan untuk tidak menggunjing teman sendiri di belakang. Pilihan untuk menutup aib, bukan membukanya. Pilihan untuk rendah hati, bukan merendahkan. Kita semua punya cerita kelam. Tidak ada yang bersih sempurna. Yang membedakan hanyalah siapa yang menjaga dan siapa yang mempermalukan.

Harmonisasi bukan berarti tidak ada konflik. Tapi konflik diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang lapang — bukan dengan menekan, bukan dengan memanfaatkan posisi, bukan dengan membawa urusan pribadi masuk ke ruang organisasi.

Pemimpin yang Kita Butuhkan, Bukan yang Kita Inginkan

Di sinilah masalah terbesar organisasi: pemimpin yang mau tapi belum tentu mampu.

Pemimpin efektif itu bukan yang paling lantang bicara. Bukan yang paling banyak foto di depan banner. Pemimpin efektif adalah yang berpikir jangka panjang ketika semua orang panik soal jangka pendek. Yang mendengar ketika yang lain ingin didengar. Yang tahan kritik karena sadar dirinya tidak sempurna.

Pemimpin yang moderat — punya keseimbangan antara akal dan rasa — jauh lebih dibutuhkan daripada pemimpin yang cerdas tapi arogan, atau baik hati tapi tidak punya visi. Kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Kecerdasan sosial, kepekaan terhadap orang-orang di sekitarnya, itu yang membuat organisasi bisa bergerak bersama.

Organisasi Sosial Bukan Perusahaan

Ada satu jebakan yang sering membuat organisasi kehilangan arah: ketika semua diukur dengan uang.

Untung rugi boleh diperhitungkan. Tapi ketika itu jadi satu-satunya orientasi, kita sudah salah tempat. Organisasi sosial — seperti Madas — punya misi yang lebih besar dari sekadar neraca keuangan. Misi untuk investasi sosial jangka panjang. Misi untuk mengubah narasi, membangun citra, memberdayakan komunitas.

Madas lahir bukan untuk mencari keuntungan. Tapi untuk mengembalikan martabat — meluruskan stigma negatif yang terlanjur menempel pada identitas Madura. Misi seperti itu tidak bisa dijalankan oleh orang yang hanya berpikir tentang apa yang bisa dia ambil dari organisasi.

Pertanyaan untuk Kita Semua

Kalau hari ini kita diminta jujur — apakah kita sudah menghidupi organisasi, atau selama ini kita yang mencari kehidupan di dalamnya?

Mungkin jawabannya tidak hitam putih. Mungkin ada bagian dari kita yang memberi, ada bagian yang mengambil. Tapi kesadaran itu sendiri sudah jadi langkah pertama. Karena organisasi yang sehat dimulai dari anggota yang jujur tentang niatnya sendiri.

Lalu, dari semua peran yang kita emban sekarang — sudahkah kita benar-benar hadir untuk orang-orang di sekitar kita, bukan hanya untuk nama kita sendiri?

Penulis: Abdul Majid Tamum,S.Pd.,M.M. ( Pembina Madas Kab. Malang)

Redaktur: Muhammad Jazuli 

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Hidup-hidupilah Organisasi, Jangan Cari Hidup di Dalamnya
  • Hidup-hidupilah Organisasi, Jangan Cari Hidup di Dalamnya
  • Hidup-hidupilah Organisasi, Jangan Cari Hidup di Dalamnya
  • Hidup-hidupilah Organisasi, Jangan Cari Hidup di Dalamnya
  • Hidup-hidupilah Organisasi, Jangan Cari Hidup di Dalamnya
  • Hidup-hidupilah Organisasi, Jangan Cari Hidup di Dalamnya
Posting Komentar
Tutup Iklan