Nalarmerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Malang menggelar acara Pengajian dan Silaturahmi dalam rangka peringatan Hari Raya Idulfitri 1447 H / 2026 M. Acara yang sarat dengan nuansa keagamaan dan kebersamaan ini dilaksanakan pada Rabu, 25 Maret 2026, bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jl. KH. Agus Salim No. 7, Malang.
Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Rangkaian acara dibuka dengan sambutan hangat dari Bupati Malang, H. M. Sanusi, yang dilanjutkan dengan inti sari pengajian oleh Kyai Mujahid, MA, dan diakhiri dengan sesi halalbihalal bersama seluruh undangan.
Dalam sambutannya, Bupati Sanusi mengingatkan jajarannya untuk tetap waspada terhadap kondisi ekonomi global yang saat ini sedang tidak menentu. Beliau menyoroti dampak konflik internasional, seperti konflik Iran, yang secara tidak langsung berpengaruh pada stabilitas ekonomi daerah.
Bupati menegaskan bahwa setiap pemimpin di lingkungan Pemkab Malang harus memiliki empati dan pengertian yang tinggi terhadap kondisi masyarakat. "Pendidikan harus tetap kita laksanakan dengan mendorong kemampuan untuk mandiri secara ekonomi," tegasnya.
Menyikapi adanya kebijakan pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) oleh DPR senilai Rp600 miliar, Bupati Sanusi meminta agar hal tersebut tidak menyurutkan semangat kerja. Beliau menekankan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) tetap fokus dan bersemangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekitar.
Acara kali ini dihadiri oleh berbagai pimpinan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, di antaranya:
Ketua BAZNAS dan MUI Kabupaten Malang.
Pimpinan PCNU dan PD Muhammadiyah Kabupaten Malang.
Perwakilan dari LDII, DMI, FKUB, serta badan otonom seperti Muslimat NU, Fatayat, dan GP Anshor dan IPNU IPPNU
Seluruh tamu undangan yang hadir tampak khidmat mengikuti jalannya pengajian dengan mengenakan pakaian batik sesuai instruksi resmi dari Sekretariat Daerah. Melalui momentum Idulfitri ini, Pemkab Malang berharap semangat kebersamaan dapat terus terjaga demi mewujudkan kemandirian daerah yang lebih kuat.
Penulis: Maulidin
