![]() |
| Tampak gedung rektorat UPN “Veteran” Jawa Timur, ikon kampus bela negara di Surabaya yang menyimpan jejak sejarah panjang sejak 1959. / Foto: Wikimedia Commons / Princess Chiks Chiks |
Nalarmerdeka.com – Di tengah pesatnya perkembangan perguruan tinggi negeri di Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menempati posisi yang unik. Kampus yang kini dikenal luas sebagai Kampus Bela Negara ini bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang berakar kuat pada semangat perjuangan bangsa.
UPN Veteran Jawa Timur resmi berdiri pada 5 Juli 1959 di Surabaya. Tanggal ini menjadi tonggak penting lahirnya salah satu institusi pendidikan tinggi yang didirikan oleh para veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat yang dibawa sejak awal bukan sekadar pendidikan akademik, tetapi juga upaya mencetak generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme dan pengabdian kepada negara.
Pada masa awal berdirinya, lembaga ini dikenal dengan nama Akademi Administrasi Perusahaan Veteran Cabang Surabaya. Nama tersebut digunakan pada periode 1959 hingga 1965, saat fokus utama kampus masih berada pada pendidikan administrasi dan pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan nasional pascakemerdekaan.
Sejarah UPN Veteran Jatim terus berkembang seiring perubahan kebutuhan bangsa. Memasuki tahun 1968, institusi ini mengalami perubahan nama menjadi Perguruan Tinggi Pembangunan Nasional (PTPN) “Veteran” Cabang Jawa Timur. Perubahan ini menandai perluasan cakupan akademik sekaligus penguatan posisi kampus dalam sistem pendidikan tinggi nasional.
Tonggak penting berikutnya terjadi pada 1977, ketika lembaga ini resmi berganti nama menjadi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Cabang Jawa Timur. Perubahan status dari akademi menjadi universitas menunjukkan peningkatan kapasitas kelembagaan yang signifikan. Pada fase ini, UPN mulai mengembangkan lebih banyak fakultas dan program studi, sehingga perannya dalam dunia pendidikan semakin besar.
Tidak hanya perubahan nama, perjalanan UPN Veteran Jatim juga erat kaitannya dengan institusi pertahanan negara. Pada periode 1976–1994, kampus ini berada di bawah pembinaan Departemen Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia sebagai perguruan tinggi kedinasan. Fase ini menjadi akar kuat lahirnya identitas UPN sebagai kampus yang mengusung nilai-nilai bela negara.
Nilai tersebut masih terasa hingga saat ini. Julukan Kampus Bela Negara bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari sejarah panjang yang diwariskan oleh para veteran pendiri kampus. Semangat patriotisme, disiplin, dan pengabdian kepada bangsa menjadi bagian dari kultur akademik yang terus dipertahankan.
Memasuki era reformasi pendidikan, UPN Veteran Jawa Timur sempat berstatus sebagai perguruan tinggi swasta. Pada 1994, kampus ini mengalami perubahan status kelembagaan, meski secara fungsional tetap berada dalam pembinaan instansi pertahanan. Kemudian pada 2007, pembinaan operasional kampus berada di bawah Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan, sementara pembinaan fungsional tetap terkait dengan Kementerian Pertahanan.
Momen paling bersejarah dalam perjalanan UPN Veteran Jatim terjadi pada Senin, 6 Oktober 2014. Pada tanggal tersebut, Presiden Republik Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, secara simbolis meresmikan perubahan status UPN Veteran Jawa Timur menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Perubahan ini menandai babak baru dalam sejarah kampus. Dari yang sebelumnya berstatus swasta, UPN Veteran Jatim resmi menjadi bagian dari sistem pendidikan tinggi negeri di Indonesia. Status baru ini membuka peluang lebih luas dalam pengembangan akademik, penelitian, tata kelola, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kini, lebih dari enam dekade sejak berdiri, UPN Veteran Jawa Timur terus berkembang sebagai salah satu kampus terkemuka di Surabaya dan Jawa Timur. Berbagai fakultas dan program studi telah dibuka, mulai dari teknik, ekonomi, pertanian, ilmu sosial dan politik, hukum, hingga kedokteran.
Namun, di balik perkembangan modern tersebut, satu hal yang tetap menjadi fondasi utama adalah warisan sejarahnya. Berdiri sejak 1959, dibentuk oleh semangat para veteran pejuang kemerdekaan, dan tumbuh melalui berbagai fase kelembagaan, UPN Veteran Jatim menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat lahir dari semangat perjuangan nasional.
Sejarah panjang itulah yang membuat UPN Veteran Jawa Timur tidak sekadar menjadi kampus, tetapi juga simbol keberlanjutan nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman.
Penulis: Muhammad Jazuli
