![]() |
| Foto bersama seluruh kader PMII IAIN Pontianak pasca acara Harlah ke-66 di Aula Abdul Rani, IAIN Pontianak. / Foto: PMII IAIN Pontianak |
Nalarmerdeka.com – Lima rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di lingkungan IAIN Pontianak bersatu dalam satu momen spiritual untuk merayakan Hari Lahir organisasi yang ke-66. Kegiatan istighotsah dan doa bersama digelar pada Kamis, 23 April 2026, di Aula Abdul Rani, IAIN Pontianak, sebagai wujud syukur sekaligus penguatan nilai kebersamaan di antara para kader.
Sinergi Lima Rayon dalam Satu Momentum
Kegiatan ini melibatkan lima rayon yang bernaung di bawah Komisariat IAIN Pontianak, yakni Rayon Az-Zarnuji, Rayon Abu Hanifah, Rayon Syekh Mahfud at-Tirmasi, Rayon Fasya, dan Rayon Persiapan Maulana Jalaluddin Rumi. Seluruh rayon turut hadir bersama kader, pengurus komisariat, pengurus cabang, serta para senior dan demisioner PMII Pontianak Raya, dengan total peserta mencapai sekitar 75 orang.
Masing-masing rayon diwakili oleh ketuanya: Agus Suprianto untuk Rayon Az-Zarnuji, Fiki Ardiansyah untuk Rayon Abu Hanifah, Utin Qurratu Ainy untuk Rayon Syekh Mahfud at-Tirmasi, Rasya Putri Kumala Sari untuk Rayon Fasya, serta Dhita Andhini untuk Rayon Persiapan Maulana Jalaluddin Rumi.
Rangkaian Acara yang Sarat Makna
Acara dibuka secara resmi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al-Qur'an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars PMII. Puncak kegiatan adalah pelaksanaan istighotsah bersama sebagai inti dari seluruh rangkaian acara. Prosesi pemotongan tumpeng, sambutan dari para pengurus, dan penyampaian mau'idzhotul hasanah oleh senior demisioner turut mewarnai jalannya kegiatan.
Seruan Kebersamaan dari Perwakilan Rayon
Agus Suprianto selaku Ketua Rayon Az-Zarnuji menyampaikan harapan agar momentum Harlah ini tidak sekadar menjadi peringatan seremonial, melainkan menjadi titik pijak bagi penguatan hubungan antarkader. Ia mendorong seluruh kader untuk mempererat kebersamaan, saling memaafkan, dan menjadikan proses berorganisasi sebagai jalan untuk meraih keberkahan, khususnya di lingkungan keluarga besar PMII Pontianak Raya.
Spiritualitas sebagai Fondasi Perjuangan
Kegiatan ini mencerminkan pendekatan PMII yang tidak memisahkan antara dimensi organisatoris dan dimensi spiritual. Istighotsah dijadikan media untuk memperbarui semangat perjuangan sekaligus memperkuat tali silaturahmi antara kader aktif dan para alumnus. Dengan membangun tradisi spiritual seperti ini, PMII Rayon se-IAIN Pontianak menunjukkan komitmennya untuk menjaga nilai-nilai keislaman sebagai ruh gerakan mahasiswa.
Harlah ke-66 PMII bukan sekadar penanda usia organisasi, melainkan undangan untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai perjuangan telah dihayati dan diteruskan. Ketika kader dari berbagai rayon berkumpul dalam satu doa, di sana sesungguhnya sedang terjadi pewarisan semangat yang jauh lebih dalam dari sekadar seremonial. PMII yang kuat bukan hanya yang besar secara jumlah, tetapi yang kokoh secara nilai dan luhur dalam silaturahmi.
Sumber: Rilis PMII IAIN Pontianak
Redaktur: Muhammad Jazuli
