.
Nalarmerdeka.com – Kawasan transmigrasi Satuan Pemukiman IV Sumalata di Kabupaten Gorontalo Utara kini bernafas lega. Tanggul sungai yang dibangun Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terbukti mampu menghentikan banjir yang selama ini kerap melanda permukiman warga. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi meninjau langsung hasil pembangunan itu pada 9 April 2026, sekaligus meresmikan sejumlah fasilitas yang dibenahi di kawasan tersebut.
Warga Rasakan Perubahan Nyata
Sebelum tanggul berdiri, genangan air bah bukan pemandangan asing bagi warga Desa Bulontio Timur, Kecamatan Sumalata. Setiap kali sungai meluap, air merendam jalan besar dan permukiman. Muhammad Hidayat, salah satu warga transmigran, mengakui betapa besar perubahan yang mereka rasakan. Ia menyebut banjir kini tidak lagi datang setelah tanggul berdiri, dan mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan itu.
Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu menjelaskan bahwa pemerintah daerah dan provinsi sebelumnya sudah berupaya membangun tanggul darurat, namun konstruksi sementara itu tidak mampu bertahan lama menghadapi derasnya arus sungai. Kehadiran tanggul permanen yang dibangun Kementrans menjadi solusi yang dinantikan warga. "Insya Allah sudah bebas banjir," ujarnya.
Paket Infrastruktur Terpadu di 154 Kawasan
Viva Yoga menegaskan bahwa kunjungannya ke Sumalata bukan sekadar seremoni. Ia ingin memastikan langsung bahwa program yang direncanakan benar-benar memberi manfaat. Selain tanggul, Kementrans juga mengerjakan rehabilitasi sekolah dasar, pembangunan toilet, serta perbaikan jalan rabat dan jalan non-status sepanjang 0,25 hingga 2 kilometer di kawasan ini.
Di Gorontalo Utara, Kementrans merehabilitasi tiga unit sekolah, termasuk pembangunan fasilitas sanitasi dan sarana air bersih. Dalam kunjungan tersebut, Viva Yoga meresmikan gedung SDN 14 Sumalata yang telah dipugar. Ia menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa gedung sekolah harus berada dalam kondisi baik dan bersih sebagai syarat terciptanya lingkungan belajar yang layak.
Program pembangunan di Sumalata merupakan bagian dari intervensi Kementrans di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia, yang dirancang sebagai penjabaran visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Tanggung Jawab kepada Transmigran dan Warga Lokal
Viva Yoga menekankan bahwa tanggung jawab Kementrans tidak hanya tertuju pada para transmigran, tetapi juga mencakup masyarakat lokal yang mendiami kawasan transmigrasi. Mantan anggota Komisi IV DPR itu menyatakan komitmennya untuk terus mendorong perubahan taraf hidup dan pendapatan warga transmigran melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Ia juga membuka diri terhadap aspirasi warga dan usulan Bupati Thariq untuk menambah panjang tanggul serta memperluas jaringan jalan. Jika kebutuhan pembangunan dinilai masih ada yang belum terpenuhi, Viva Yoga menyatakan program lanjutan akan segera dimasukkan dalam rencana tahun berjalan.
Kunjungan kerja itu ditutup dengan kegiatan penanaman pohon nangka, mangga, dan rambutan bersama Bupati Thariq Modanggu—simbol harapan agar kawasan transmigrasi Sumalata tumbuh subur dan sejahtera.
Tanggul di Sumalata bukan sekadar konstruksi beton di tepi sungai. Ia adalah bukti bahwa negara hadir menjawab keluhan warga yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan ancaman banjir. Kini, dengan infrastruktur yang lebih layak, warga transmigran Sumalata dapat membangun kehidupan di atas tanah yang tidak lagi diliputi kekhawatiran akan air bah.
Redaktur: Muhammad Jazuli
