Mahasiswa Al Qolam Terjun ke Desa Bayem, Wujudkan Desa Maslahah Bersama NU

 

Nalarmerdeka.com – Desa Bayem, Kasembon, menjadi arena baru pertemuan antara dunia akademik dan tradisi kemasyarakatan akar rumput. Melalui prosesi serah terima yang berlangsung hangat, mahasiswa KKN-T Universitas Al Qolam resmi memulai pengabdian mereka dengan mengusung tema "Gerakan Desa Maslahah"—sebuah ikhtiar untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga desa melalui sinergi kampus, pemerintah lokal, dan Nahdlatul Ulama.

Bukan Seremoni Biasa

Prosesi penyerahan mahasiswa KKN-T Universitas Al Qolam kepada tuan rumah di Desa Bayem berlangsung bukan sekadar formalitas administratif. Acara ini menjadi titik temu yang bermakna antara Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kepala Desa Bayem, dan Ketua Ranting NU setempat—tiga unsur yang masing-masing membawa kepentingan dan harapan berbeda, namun bertemu dalam satu misi: kemaslahatan umat.

Dalam sambutannya, DPL menegaskan bahwa tema "Gerakan Desa Maslahah" bukan dipilih secara sembarangan. Ia merupakan respons atas kebutuhan konkret masyarakat desa yang selama ini belum tersentuh secara optimal oleh program-program pemberdayaan berbasis akademik. Mahasiswa, dalam pandangan DPL, tidak boleh hadir hanya sebagai pembawa teori; mereka harus mampu menyesuaikan diri dengan denyut religiusitas dan sosial yang selama ini dijaga oleh pengurus NU di tingkat ranting.

NU sebagai Mitra Strategis

Keterlibatan Ranting NU Desa Bayem dalam program ini patut dicermati. Ini bukan sekadar pelengkap seremonial, melainkan penanda bahwa program KKN-T Universitas Al Qolam secara sadar menempatkan jaringan keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan desa. Ketua Ranting NU menyatakan kesiapan penuh untuk mendampingi mahasiswa, khususnya dalam mengimplementasikan program-program yang menyentuh dua isu krusial: penguatan ekonomi umat dan pendidikan karakter.

Pilihan ini mencerminkan pendekatan yang lebih realistis dibanding model KKN konvensional yang kerap hadir tanpa berakar pada struktur sosial lokal. Dengan menggandeng NU—yang memiliki jaringan kepercayaan hingga ke tingkat paling bawah—program ini berpotensi lebih cepat diterima dan dirasakan manfaatnya oleh warga.

Pemetaan Masalah sebagai Fondasi Kerja

Satu hal yang membedakan pendekatan program ini adalah kesadaran untuk tidak terburu-buru dengan solusi sebelum masalah dipetakan secara memadai. Prosesi penyerahan ditutup dengan sesi diskusi untuk mengidentifikasi persoalan-persoalan riil yang akan menjadi fokus kerja mahasiswa selama masa pengabdian berlangsung.

Kepala Desa Bayem menyambut positif kehadiran para mahasiswa, melihatnya sebagai suntikan energi bagi perangkat desa yang selama ini bekerja dalam keterbatasan kapasitas dan sumber daya. Antusiasme dari sisi pemerintahan desa ini menjadi modal sosial yang tidak kecil bagi keberlangsungan program.

Gerakan Desa Maslahah di Desa Bayem menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar program KKN biasa. Ia adalah ujian nyata apakah kolaborasi antara kampus, pemerintahan desa, dan organisasi keagamaan mampu menghasilkan sesuatu yang bertahan lebih lama dari masa pengabdian itu sendiri. Jika berhasil, Desa Bayem bisa menjadi cermin bagi desa-desa lain: bahwa pembangunan yang bermakna lahir bukan dari proyek yang datang dan pergi, melainkan dari akar yang ditanam bersama.

Sumber: Rilis KKN-T Universitas Al-Qolam Malang Desa Bayem, Kasembon, Malang 

Redaktur: Muhammad Jazuli 

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Mahasiswa Al Qolam Terjun ke Desa Bayem, Wujudkan Desa Maslahah Bersama NU
  • Mahasiswa Al Qolam Terjun ke Desa Bayem, Wujudkan Desa Maslahah Bersama NU
  • Mahasiswa Al Qolam Terjun ke Desa Bayem, Wujudkan Desa Maslahah Bersama NU
  • Mahasiswa Al Qolam Terjun ke Desa Bayem, Wujudkan Desa Maslahah Bersama NU
  • Mahasiswa Al Qolam Terjun ke Desa Bayem, Wujudkan Desa Maslahah Bersama NU
  • Mahasiswa Al Qolam Terjun ke Desa Bayem, Wujudkan Desa Maslahah Bersama NU
Posting Komentar