Nalarmerdeka.com – Pelantikan serentak Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) se-Jawa Timur digelar di Jatim Expo, Surabaya, pada 10 Mei 2026. Momentum ini dirangkaikan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I yang menghadirkan jajaran elite partai, kepala daerah, serta ribuan kader dari berbagai penjuru Jawa Timur. Wakil Ketua Umum PAN sekaligus Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, hadir memberi pembekalan dan menegaskan dua agenda utama: konsolidasi internal dan perjuangan politik soal ambang batas parlemen.
Perkaderan Jadi Fondasi, Konflik Internal Harus Diakhiri
Viva Yoga membuka pembekalannya dengan menekankan urgensi program perkaderan yang terstruktur dan konsisten. Menurutnya, pengalaman sebelumnya membuktikan bahwa intensitas kaderisasi berbanding lurus dengan perolehan kursi PAN di Jawa Timur. Karena itu, pengurus baru diminta segera mengaktifkan program-program tersebut tanpa menunggu momentum tertentu.
Ia juga menyinggung soal bahaya konflik internal yang kerap menggerus kekuatan partai dari dalam. Seluruh pengurus didorong untuk menyamakan orientasi: membesarkan PAN, bukan memperbesar ego kelompok. "Satu hati, satu komando di bawah pimpinan Ketua Umum Zulkifli Hasan," tegasnya di hadapan peserta rakerwil.
Prinsip ini selaras dengan tagline partai, *PAN Bantu Rakyat*, yang menurut Viva Yoga harus diterjemahkan secara konkret. Pengurus, kader, hingga wakil rakyat dari PAN dituntut bersikap aspiratif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, bukan sekadar hadir saat musim pemilu.
PAN Lawan Kenaikan Ambang Batas: Soal Keadilan Representasi
Salah satu topik substantif yang dibahas dalam rakerwil adalah isu ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Viva Yoga secara tegas menyatakan sikap PAN yang menolak wacana kenaikan ambang batas di DPR.
Argumentasinya bertumpu pada prinsip proporsionalitas. Semakin tinggi ambang batas, semakin besar potensi suara sah nasional yang terbuang sia-sia karena tidak dapat dikonversi menjadi kursi. Fenomena ini, menurutnya, adalah bentuk ketidakadilan elektoral yang merugikan jutaan pemilih. Beberapa partai yang tidak lolos ke DPR menjadi contoh nyata bagaimana suara rakyat bisa hilang begitu saja tanpa representasi.
"Semakin tinggi ambang batas membuat pemilu menjadi disproporsional dan memiliki nilai representasi yang rendah," paparnya. Karena itu, PAN secara aktif memperjuangkan penurunan ambang batas sebagai bagian dari agenda reformasi elektoral.
Fragmentasi di DPR Bukan Ancaman, Melainkan Mekanisme Demokrasi
Viva Yoga juga merespons narasi yang kerap digunakan untuk membenarkan kenaikan ambang batas, yakni dalih penyederhanaan sistem kepartaian agar DPR tidak terfragmentasi. Menurutnya, argumen tersebut tidak memiliki pijakan yang kuat.
Ia justru berargumen sebaliknya: dinamika dan perdebatan di parlemen adalah hal yang wajar dan perlu. Ketika berbagai kepentingan terwakili di DPR, konflik horizontal di masyarakat justru lebih mudah dikelola karena ada saluran politik yang legitimate. Keberagaman partai di parlemen, dalam pandangan Viva Yoga, adalah cermin dari keberagaman masyarakat Indonesia itu sendiri.
Zulkifli Hasan dan Komitmen Ganda: Pemerintah dan Partai
Di penghujung pembekalannya, Viva Yoga mengajak seluruh peserta mendoakan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan agar senantiasa diberi kesehatan. Ia mengapresiasi komitmen Zulkifli Hasan yang tetap aktif membesarkan partai di tengah kesibukannya sebagai Menteri Koordinator Pangan.
Rakerwil ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Dardak, Sekretaris Jenderal PAN Eko Patrio, sejumlah bupati dan wali kota, para pengasuh pondok pesantren, serta ribuan kader dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Rakerwil I DPW-DPD PAN se-Jawa Timur bukan sekadar ritual pelantikan. Di balik seremonialnya, ada dua pesan yang ingin ditancapkan: ke dalam, partai harus bersatu dan bergerak; ke luar, PAN ingin memastikan setiap suara rakyat benar-benar dihitung. Pertanyaannya kini, apakah konsolidasi yang dicanangkan hari ini cukup kuat untuk bertahan hingga bilik suara berikutnya dibuka.
Redaktur: Muhammad Jazuli
