Scroll untuk melanjutkan membaca

bell hooks: Cinta Bukan Perasaan — Ini Penjelasannya

 

Ilustrasi editorial bergaya vektor menampilkan sosok perempuan yang merepresentasikan bell hooks di tengah komposisi dengan ekspresi reflektif.
Ilustrasi dari pemikiran bell hooks tentang cinta sebagai tindakan etis dan politik — bukan sekadar perasaan, melainkan praktik kepedulian, tanggung jawab, penghormatan, dan komitmen terhadap pertumbuhan bersama. / Ilustrasi: Muhammad Jazuli 

Nalarmerdeka.com – Kita tumbuh dengan satu definisi cinta yang hampir tidak pernah dipertanyakan: cinta adalah perasaan. Sesuatu yang datang, sesuatu yang pergi. Sesuatu yang kamu "jatuh" ke dalamnya seolah-olah kamu tidak punya pilihan.

bell hooks datang dengan klaim yang sederhana tapi mengguncang: itu bukan cinta. Itu keterikatan. Dan kebingungan antara keduanya adalah sumber dari sangat banyak penderitaan manusia.

Siapa bell hooks?

bell hooks — ditulis dengan huruf kecil semua, pilihan yang disengaja untuk mengalihkan perhatian dari identitas personal ke ide-idenya — lahir dengan nama Gloria Jean Watkins di Kentucky, Amerika Serikat, pada 1952.

Ia adalah penulis, akademisi, dan aktivis yang bekerja di persimpangan antara ras, gender, dan kelas. Bukan dalam arti akademis yang steril — tapi dalam arti yang sangat personal dan sangat politik sekaligus.

Karya pertamanya yang besar, Ain't I a Woman: Black Women and Feminism (1981), ditulis ketika ia masih mahasiswa. Ia mengkritik gerakan feminis mainstream karena terlalu berfokus pada pengalaman perempuan kulit putih kelas menengah sambil mengabaikan perempuan kulit hitam yang menghadapi penindasan berlapis.

Tapi karya yang paling banyak menyentuh orang di luar lingkaran akademik adalah All About Love: New Visions (2000) — buku yang mengajukan pertanyaan yang terdengar sederhana tapi ternyata sangat sulit: apa itu cinta?

Cinta Bukan Perasaan — Ia Adalah Tindakan

hooks memulai All About Love dengan pengakuan yang tidak nyaman: kita hidup dalam budaya yang terobsesi dengan cinta tapi hampir tidak pernah mendefinisikannya dengan jelas.

Ia meminjam definisi dari psikolog M. Scott Peck: cinta adalah kemauan untuk memperluas diri demi memelihara pertumbuhan spiritual diri sendiri dan orang lain. Ini bukan perasaan — ini adalah komitmen yang diwujudkan melalui tindakan.

Implikasi dari definisi ini sangat luas. Jika cinta adalah tindakan, bukan perasaan, maka mengatakan "aku mencintaimu" sambil menyakiti seseorang adalah kontradiksi — bukan kompleksitas. Tidak ada yang namanya "mencintai tapi menyakiti." Yang ada adalah keterikatan, ketergantungan, atau kebiasaan yang salah diidentifikasi sebagai cinta.

hooks tidak menyederhanakan ini sebagai serangan terhadap hubungan yang rumit. Ia mengakui bahwa pertumbuhan dalam hubungan apa pun membutuhkan konfrontasi dengan bagian-bagian dari diri kita yang tidak menyenangkan. Tapi konfrontasi itu berbeda secara fundamental dari kekerasan — fisik maupun emosional — yang terlalu sering dinormalisasi dengan label cinta.

Cinta dan Kapitalisme: Koneksi yang Tidak Terduga

Salah satu argumen hooks yang paling mengejutkan adalah klaimnya bahwa kapitalisme secara aktif merusak kemampuan kita untuk mencintai.

Dalam sistem yang mengukur nilai manusia melalui produktivitas dan konsumsi, hubungan-hubungan kita terinfeksi oleh logika yang sama. Kita mencintai orang karena apa yang mereka berikan kepada kita. Kita mempertahankan hubungan berdasarkan kalkulasi untung-rugi. Kita memperlakukan intimasi sebagai komoditas.

Dan budaya populer — film, lagu, iklan — terus-menerus menjual versi cinta yang romantis tapi pasif: sesuatu yang terjadi pada kamu, bukan sesuatu yang kamu lakukan. Versi ini menguntungkan industri hiburan yang menjual imajinasi tentang cinta, tapi ia membuat kita tidak siap untuk melakukan pekerjaan nyata yang cinta butuhkan.

Cinta Diri: Bukan Narsisme, Tapi Fondasi

hooks juga menulis secara ekstensif tentang cinta diri — dan secara hati-hati membedakannya dari narsisme atau self-obsession yang dipromosikan budaya self-help.

Cinta diri dalam pengertian hooks adalah kemampuan untuk memperlakukan diri sendiri dengan cara yang sama seperti kamu akan memperlakukan orang yang kamu cintai: dengan perhatian, dengan kejujuran, dengan kesediaan untuk tumbuh dan berubah. Ia adalah fondasi — bukan karena kamu harus mencintai diri sendiri sebelum bisa mencintai orang lain dalam arti yang klise, tapi karena tanpa kapasitas untuk memperlakukan diri sendiri dengan baik, kita cenderung mencari dalam hubungan romantis sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh hubungan mana pun.

Relevansi untuk Kita

Indonesia tidak punya tradisi diskusi terbuka tentang cinta sebagai praktik — sebagai sesuatu yang dipelajari, dilatih, dan bisa gagal. Cinta sering diromantisasi sampai pada titik di mana kekerasan dalam hubungan tidak dikenali sebagai kekerasan, atau di mana ketergantungan emosional yang tidak sehat dianggap sebagai kesetiaan.

Angka kekerasan dalam pacaran dan pernikahan di Indonesia yang masih sangat mengkhawatirkan sebagian mencerminkan ini: kita punya definisi cinta yang membuat tanda-tanda bahaya terlihat seperti tanda-tanda kasih sayang.

hooks tidak menulis dengan bahasa Indonesia, dan konteksnya adalah Amerika yang sangat berbeda. Tapi pertanyaan yang ia ajukan — apa yang kita maksud ketika kita bilang kita mencintai seseorang, dan apakah tindakan kita konsisten dengan definisi itu — adalah pertanyaan yang tidak mengenal batas budaya.

bell hooks meninggal pada Desember 2021. Tapi pertanyaan yang ia tinggalkan tentang cinta masih jauh dari selesai dijawab — terutama di dunia yang makin pandai berbicara tentang cinta di caption media sosial tapi makin kesulitan mempraktikkannya dalam kehidupan nyata.

Pertanyaannya: orang yang paling kamu katakan kamu cintai — apa tindakan konkret terakhir yang kamu lakukan yang mencerminkan cinta itu, bukan sekadar perasaannya?

Penulis: Muhammad Jazuli 

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • bell hooks: Cinta Bukan Perasaan — Ini Penjelasannya
  • bell hooks: Cinta Bukan Perasaan — Ini Penjelasannya
  • bell hooks: Cinta Bukan Perasaan — Ini Penjelasannya
  • bell hooks: Cinta Bukan Perasaan — Ini Penjelasannya
  • bell hooks: Cinta Bukan Perasaan — Ini Penjelasannya
  • bell hooks: Cinta Bukan Perasaan — Ini Penjelasannya
Posting Komentar