Nalarmerdeka.com – Survei Edelman Trust Barometer 2023 menunjukkan bahwa kepercayaan generasi muda terhadap institusi — pemerintah, media, perusahaan besar, bahkan universitas — terus menurun. Tapi di saat yang sama, jutaan anak muda mengikuti, mempercayai, dan mengambil keputusan besar berdasarkan rekomendasi kreator konten yang bahkan tidak pernah mereka temui secara langsung. Ini bukan irasional. Ini adalah respons logis terhadap sistem yang sudah lama gagal membangun kepercayaan.
Institusi Kehilangan Monopoli Kepercayaan
Selama sebagian besar abad ke-20, institusi adalah penjaga kebenaran. Koran besar, televisi nasional, universitas terkemuka, dan pemerintah adalah sumber otoritatif yang kata-katanya diterima tanpa banyak pertanyaan.
Beberapa hal meruntuhkan monopoli ini secara bersamaan.
Internet membuka akses ke informasi alternatif — dan memperlihatkan betapa banyak hal yang tidak diceritakan institusi. Krisis finansial 2008 menunjukkan bahwa para ahli ekonomi dan regulator bisa salah besar. Pandemi COVID-19 memperlihatkan betapa institusi kesehatan bisa berubah posisi, berkomunikasi buruk, dan terjebak dalam kepentingan politik.
Bagi Gen Z yang tumbuh di tengah semua ini, skeptisisme terhadap institusi bukan sikap apatis. Ini adalah kesimpulan yang masuk akal dari pengamatan langsung.
Kenapa Kreator Justru Dipercaya?
Ada beberapa mekanisme psikologis dan sosial yang menjelaskan perpindahan kepercayaan ini.
Parasocial relationship — kedekatan yang terasa nyata
Ketika seseorang mengikuti kreator selama bertahun-tahun — menonton konten harian mereka, mendengar opini pribadi mereka, melihat kehidupan sehari-hari mereka — otak membentuk ikatan yang terasa seperti persahabatan nyata. Psikolog menyebut ini parasocial relationship: hubungan satu arah yang dirasakan sebagai dua arah.
Kepercayaan kepada teman jauh lebih intuitif daripada kepercayaan kepada institusi anonim.
Transparansi yang terasa autentik
Kreator yang baik berbagi proses berpikir mereka, mengakui kesalahan, dan berinteraksi langsung dengan audiens. Ini kontras tajam dengan institusi yang berkomunikasi melalui siaran pers yang steril dan juru bicara yang terlatih untuk tidak mengatakan apapun yang berarti.
Spesialisasi yang terasa relevan
Kreator cenderung berbicara tentang topik yang sangat spesifik kepada audiens yang sangat spesifik. Dokter yang membuat konten tentang kesehatan mental remaja terasa lebih relevan daripada Kementerian Kesehatan yang harus berbicara untuk seluruh populasi.
Tapi Ada Bahayanya Juga
Kepercayaan pada kreator bukan tanpa risiko.
Kreator tidak punya mekanisme akuntabilitas yang setara dengan institusi. Tidak ada peer review, tidak ada kode etik yang mengikat, tidak ada konsekuensi struktural jika mereka menyebarkan informasi yang salah. Yang ada hanyalah tekanan pasar: audiens yang kecewa akan unfollow.
Dan tekanan pasar tidak selalu menghasilkan kebenaran. Ia menghasilkan konten yang terasa benar dan memuaskan secara emosional — yang tidak selalu sama.
Ada juga masalah echo chamber: algoritma platform cenderung merekomendasikan kreator yang memperkuat pandangan yang sudah ada, bukan yang menantangnya. Kepercayaan pada kreator bisa menjadi kepercayaan pada versi dunia yang sudah dikurasi sesuai selera kita.
Bukan Soal Siapa yang Benar
Yang menarik dari dinamika ini bukan pertanyaan "mana yang lebih bisa dipercaya: institusi atau kreator?" Keduanya punya rekam jejak yang tidak sempurna.
Yang lebih penting adalah pertanyaan tentang literasi kepercayaan: bagaimana kita mengevaluasi klaim dari sumber manapun — institusi atau kreator — berdasarkan bukti, transparansi, dan konsistensi, bukan hanya berdasarkan seberapa familiar atau menyenangkan sumber itu terasa.
Kepercayaan yang sehat bukan kepercayaan yang buta — baik kepada institusi maupun kepada kreator favorit kita.
Kalau Gen Z memilih kreator daripada institusi karena institusi sudah terlalu sering mengecewakan — apakah jawabannya adalah institusi yang belajar berkomunikasi lebih baik, atau sistem kepercayaan baru yang sama sekali berbeda dari yang kita warisi?
Penulis: Muhammad Jazuli
