Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Antara Misi Pendidikan & Logika Kapitalis: Menyingkap Nalar Kapitalisme Dibalik Pendidikan Islam

Disclaimer: Pembahasan ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyudutkan, apalagi mengeneralisir seluruh sekolah Islam yang ada, Justru sebaliknya, kami sangat mengapresiasi sekolah-sekolah Islam yang dengan sungguh-sungguh berupaya menunaikan amanah besar umat dalam dunia pendidikan.

Kami juga memahami bahwa tidak semua sekolah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ada sekolah-sekolah Islam dengan biaya tinggi yang, secara realistis, hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu. Selama prinsip keadilan tetap dijaga-terutama dalam hal pemenuhan hak-hak dasar seperti gaji guru yang layak dan manusiawi hal tersebut masih dapat dimaklumi dalam batas tertentu. Persoalan yang ingin disorot di sini bukan soal mahal atau murah, melainkan soal orientasi dan paradigma.

Komersialisasi dan Distorsi Filosofi Pendidikan Islam 

Krisis fundamental terjadi ketika penyelenggara institusi pendidikan Islam terjebak dalam paradigma profit-maximization. Orientasi pada akumulasi keuntungan ini seringkali berjalan tanpa dibarengi dengan pemahaman mendalam mengenai esensi pendidikan Islam yang sesungguhnya. Akibatnya, terjadi reduksi nilai: peserta didik hanya dipandang sebagai komoditas, tenaga pendidik dianggap sebagai beban biaya, dan institusi sekolah beralih fungsi menjadi instrumen pengeruk laba semata.

Padahal, dalam Islam, pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, apalagi komoditas ekonomi. Pendidikan adalah narasi peradaban. la adalah amanah besar untuk menyiapkan manusia yang berilmu, beradab, dan bertanggung jawab terhadap Allah, keluarga, dan masyarakat. Ketika narasi ini hilang, maka yang tersisa hanyalah logika pasar yang dingin dan transaksional.

Ketika Segalanya Diukur dengan Nominal

Sekolah yang berorientasi bisnis semata akan menilai hampir semua hal dengan ukuran angka. Inovasi yang seharusnya diapresiasi demi kemajuan lembaga justru diabaikan karena tidak berdampak langsung pada pemasukan. Dedikasi guru, lembur tanpa hitungan jam, ide-ide kreatif yang lahir dari keikhlasan semuanya dianggap wajar, bahkan seolah kewajiban tanpa hak.

Ironisnya, ketika guru memiliki udzur syar'i, pemotongan gaji dilakukan tanpa empati, seakan nilai kemanusiaan dan keadilan tidak pernah menjadi bagian dari visi lembaga. Di sinilah tampak jelas bahwa pengelola tidak memahami bagaimana membangun sekolah dalam perspektif Islam, bagaimana memuliakan guru sebagaimana tuntunan agama, dan bagaimana menjadikan sekolah sebagai pusat kebermanfaatan sosial.

Hilangnya Ruh Dakwah dan Amanah Umat

Sekolah Islam sejatinya tidak hanya bertugas mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan nilai rahmatan lil 'alamin. la seharusnya hidup dan berdenyut bersama masyarakat sekitarnya, membawa manfaat, menebar nilai, dan menjadi cahaya peradaban. Ketika ruh dakwah ini hilang, sekolah kehilangan identitasnya. Label "Islam" tinggal nama, sementara praktiknya tak jauh berbeda dengan institusi kapitalistik lainnya.

Tanpa kesadaran bahwa pendidikan adalah amanah umat, sekolah akan menjauh dari tujuan hakikinya. la mungkin tumbuh secara finansial, tetapi miskin secara nilai. la mungkin megah secara bangunan, tetapi rapuh secara moral.

Sekolah Islam perlu bercermin dengan jujur: apakah ia masih berjalan di atas misi pendidikan, atau telah sepenuhnya tunduk pada logika kapitalis? Karena ketika pendidikan kehilangan ruh amanahnya, maka yang tersisa hanyalah transaksi, bukan transformasi.

Sebagaimana wajah asli pendidikan kapitalistik itu sendiri, ia seakan akan berkata:

"MEREKA TIDAK PERNAH PEDULI DENGAN ANDA, MEREKA HANYA PEDULI DENGAN UANG YANG ANDA HADIRKAN."

Penulis: Maulidin

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Antara Misi Pendidikan & Logika Kapitalis: Menyingkap Nalar Kapitalisme Dibalik Pendidikan Islam
  • Antara Misi Pendidikan & Logika Kapitalis: Menyingkap Nalar Kapitalisme Dibalik Pendidikan Islam
  • Antara Misi Pendidikan & Logika Kapitalis: Menyingkap Nalar Kapitalisme Dibalik Pendidikan Islam
  • Antara Misi Pendidikan & Logika Kapitalis: Menyingkap Nalar Kapitalisme Dibalik Pendidikan Islam
  • Antara Misi Pendidikan & Logika Kapitalis: Menyingkap Nalar Kapitalisme Dibalik Pendidikan Islam
  • Antara Misi Pendidikan & Logika Kapitalis: Menyingkap Nalar Kapitalisme Dibalik Pendidikan Islam
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad