Nalarmerdeka.com – Dalam upaya melindungi program prioritas nasional, Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (Forum PWI) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan transparansi penuh terkait dugaan praktik pungli dan penutupan misterius portal pendaftaran mitra mandiri Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Desakan ini muncul setelah tim Forum PWI menemukan indikasi adanya "jalur tikus" yang mengatasnamakan oknum BGN untuk membuka titik dapur MBG dengan mekanisme pembayaran sejumlah uang.
Investigasi tim Forum PWI selama dua hari mengungkap bahwa yayasan tertentu menawarkan 'bantuan' membuka titik dapur MBG dengan biaya Rp500 per porsi dari calon mitra. Temuan ini telah dikonfirmasi oleh internal BGN sebagai pelanggaran hukum.
"Kami menemukan informasi kuat bahwa yayasan tertentu menawarkan 'bantuan' membuka titik dapur MBG dengan mekanisme pembayaran sejumlah uang. Bahkan, ada indikasi permintaan bagi hasil fee Rp500 per porsi dari calon mitra," papar Rukmana, S.Pd.I., C.PLA, Ketua Umum Forum PWI, yang telah mendatangi langsung kantor BGN.
Selain itu, penutupan portal pendaftaran mitra mandiri, baik daring maupun luring, telah membuat puluhan yayasan mitra BGN yang telah terverifikasi menjadi tak bisa beroperasi.
"Program strategis nasional ini berisiko mandek di tingkat pelaksana. Rakyat kecil yang seharusnya mendapat manfaat justru dirugikan," tegas Rukmana.
Ia menambahkan bahwa situasi ini sangat memprihatinkan dan harus segera diatasi.
Forum PWI telah mengajukan audiensi mendesak kepada Kepala BGN, Dr. Ir. Hindayana, untuk mengklarifikasi masalah ini dan memastikan program makan bergizi gratis berjalan optimal, transparan, dan bebas dari praktik kotor.
"Kami membawa bukti-bukti valid yang akan kami sampaikan langsung kepada Kepala BGN. Tujuannya satu: memastikan program makan bergizi gratis berjalan optimal, transparan, dan bebas dari praktik kotor," tambah Yohan Yudhistira, Wakil Sekretaris Jenderal Forum PWI.
Forum PWI mengajak masyarakat untuk bersatu mendorong akuntabilitas BGN dan memastikan program makan bergizi gratis berjalan sesuai dengan tujuan awalnya.
"Demi anak-anak Indonesia yang berhak mendapat gizi baik, kami minta BGN membuka diri, klarifikasi masalah ini, dan buka kembali portal dengan mekanisme yang jelas dan bersih," pungkas Rukmana.
Publik kini menunggu tanggapan dan kesediaan Kepala BGN memenuhi undangan audiensi ini. Transparansi adalah kunci agar niat mulia program ini tidak ternodai oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi.

