Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

KOPRI PMII Rayon "Pejuang" Ulil Albab Sukses Gelar Sekolah Islam Gender, Angkat Tema Riset Gender untuk Digital Beradab

Nalarmerdeka.com – Kegiatan kaderisasi formal Korps PMII Putri (KOPRI) melalui program Sekolah Islam Gender (SIG) telah dilaksanakan pada tanggal 7–8 Februari di Balai Desa Ketawang, Gondanglegi. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penguatan kapasitas kader dalam memahami isu gender secara kritis, reflektif, dan kontekstual.

Sebelum mengikuti SIG, peserta diwajibkan mengikuti tahapan Pra-SIG yang dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pra-SIG pertama berisi pengantar materi riset yang disampaikan oleh Sahabat Jazuli. Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada konsep dasar penelitian sosial, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, hingga penyusunan kerangka analisis terhadap isu gender di masyarakat.

Pra-SIG kedua difokuskan pada praktik lapangan. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan melakukan observasi langsung di lingkungan sekitar basecamp serta masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan warga, tokoh agama, pengurus pondok pesantren, serta pimpinan organisasi masyarakat. Hasil temuan lapangan kemudian disusun dalam bentuk esai sesuai tema yang ditentukan panitia dan dipresentasikan pada tahap screening.

Pada pelaksanaan SIG, seluruh peserta mengikuti rangkaian materi dengan tema “Riset Gender untuk Digital yang Beradab”. Partisipasi peserta dalam forum diskusi berlangsung aktif dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan. Salah satu materi yang memberikan pengalaman reflektif adalah materi psikologi perempuan, di mana peserta diajak memahami diri secara personal melalui proses refleksi tertulis mengenai pengalaman dan kondisi emosional masing-masing.

Dalam sambutannya, Ketua KOPRI Rayon Pejuang Ulil Albab menyampaikan bahwa tema kegiatan dipilih berdasarkan realitas sosial yang menunjukkan masih kurangnya dukungan timbal balik antar gender dalam kehidupan sosial. Melalui kegiatan ini, diharapkan kader mampu mengembangkan perspektif yang lebih adil dan beradab dalam melihat relasi gender, khususnya di era digital.

Kegiatan ditutup dengan prosesi pembaiatan yang berlangsung khidmat. Peserta menunjukkan pemaknaan yang mendalam terhadap nilai-nilai yang ditanamkan selama proses kaderisasi. Dengan demikian, SIG tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga proses pembentukan kesadaran kritis dan solidaritas kader.

Penulis: Ayus Nilna (Co. Kaderisasi KOPRI PMII Rayon "Pejuang" Ulil Albab)

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • KOPRI PMII Rayon "Pejuang" Ulil Albab Sukses Gelar Sekolah Islam Gender, Angkat Tema Riset Gender untuk Digital Beradab
  • KOPRI PMII Rayon "Pejuang" Ulil Albab Sukses Gelar Sekolah Islam Gender, Angkat Tema Riset Gender untuk Digital Beradab
  • KOPRI PMII Rayon "Pejuang" Ulil Albab Sukses Gelar Sekolah Islam Gender, Angkat Tema Riset Gender untuk Digital Beradab
  • KOPRI PMII Rayon "Pejuang" Ulil Albab Sukses Gelar Sekolah Islam Gender, Angkat Tema Riset Gender untuk Digital Beradab
  • KOPRI PMII Rayon "Pejuang" Ulil Albab Sukses Gelar Sekolah Islam Gender, Angkat Tema Riset Gender untuk Digital Beradab
  • KOPRI PMII Rayon "Pejuang" Ulil Albab Sukses Gelar Sekolah Islam Gender, Angkat Tema Riset Gender untuk Digital Beradab
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad