Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Krisis Kesadaran Lingkungan Kader PMII: Revitalisasi Hablum Minal Alam dalam NDP

 

Nalarmerdeka.com – Dalam dunia yang semakin terancam oleh perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, kita sering bertanya-tanya: Mengapa kader-kader organisasi pergerakan Islam seperti PMII masih belum sepenuhnya memahami dan menerapkan nilai hablum minal alam dalam Nilai Dasar Pergerakan (NDP)?

Sebagai seorang yang terlibat dalam Rayon Pembaharuan Al-Ghazali, kita melihat ini sebagai masalah mendalam yang perlu segera diatasi. NDP bukan sekadar dokumen kaku; ia adalah fondasi hidup yang harus dihidupkan setiap hari.

Namun realitasnya, banyak kader hanya pandai berdiskusi teori tentang hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah), sesama manusia (hablum minannas), dan alam (hablum minal alam), tapi gagal menerapkannya dalam tindakan nyata. Ini bukan hanya kesalahan individu, melainkan kegagalan sistem kaderisasi yang perlu kita kritik dan perbaiki.

Mari kita lihat fakta lapangan. Kita  sering menyaksikan kader PMII yang hebat dalam debat ideologis, tetapi ketika datang ke praktik, mereka masih membuang sampah sembarangan, menggunakan plastik sekali pakai tanpa pikir panjang, atau diam saja saat melihat eksploitasi alam yang dilakukan oleh pemerintah.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia pada 2022, produksi sampah plastik mencapai 68 juta ton per tahun, dengan kontribusi signifikan dari generasi muda seperti mahasiswa.

Survei dari Universitas Indonesia pada 2021 menunjukkan bahwa hanya 35% mahasiswa memiliki kesadaran tinggi terhadap isu lingkungan, dan di kalangan organisasi Islam seperti PMII, angka ini lebih rendah lagi.

Temuan dari jurnal Journal of Environmental Education (2020) oleh Sari et al. mengungkapkan bahwa mahasiswa Islam di Indonesia memiliki skor kesadaran lingkungan rata-rata 4.2 dari skala 7, lebih rendah dibandingkan mahasiswa umum (5.1), karena prioritas pada nilai-nilai agama yang kurang terintegrasi dengan praktik ekologis.

Ini menunjukkan kesenjangan besar antara pemahaman teoritis dan internalisasi praktis. NDP menegaskan bahwa manusia adalah khalifah fil ard—wakil Tuhan di bumi—yang bertanggung jawab menjaga alam sebagai amanah.

Alam bukan objek untuk dieksploitasi, melainkan ayat-ayat kauniyah yang memuji kebesaran Pencipta. Mengabaikan ini berarti kita mengingkari tauhid itu sendiri.

Kita  percaya, akar masalahnya ada pada pola kaderisasi yang terlalu berat sebelah. Banyak program PMII fokus pada wacana intelektual—diskusi panjang tentang ideologi Islam—tapi kurang latihan praktis. Budaya organisasi juga belum mendukung; kegiatan masih sering meninggalkan sampah plastik, dan program penghijauan jarang dilakukan.

Ditambah lagi, pengaruh lingkungan sosial yang konsumtif membuat kader sulit kritis terhadap isu perusakan alam. Akibatnya, muncul dikotomi memalukan: di satu sisi, mereka berkampanye tentang perjuangan umat, di sisi lain, perilaku mereka justru merusak keberlanjutan hidup.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan bahwa Indonesia kehilangan 1,2 juta hektar hutan per tahun akibat deforestasi, yang sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia tanpa kesadaran ekologis, termasuk dari kelompok muda.

Penelitian di International Journal of Islamic Studies (2021) oleh Rahman menemukan bahwa kader PMII sering mengabaikan hablum minal alam karena sistem kaderisasi yang lebih menekankan aspek sosial-politik, dengan hanya 28% responden yang melaporkan partisipasi aktif dalam kegiatan lingkungan.

Ini bukan sekadar masalah kecil. Perusakan lingkungan tidak hanya berdampak pada generasi mendatang, tapi juga melemahkan hablum minannas—hubungan dengan sesama manusia. Karena ketika sumber daya alam habis, akses air bersih, makanan, dan energi menjadi tidak adil, memicu konflik sosial.

Laporan IPCC 2022 memperingatkan bahwa Indonesia termasuk negara paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, dengan kenaikan suhu yang dapat mengurangi produktivitas pertanian hingga 20% pada 2050.

Studi di Environmental Science & Policy (2022) oleh Wijaya et al. menunjukkan bahwa mahasiswa di organisasi Islam seperti PMII berkontribusi pada emisi karbon melalui kegiatan harian, dengan rata-rata jejak karbon 2.5 ton CO2 per tahun per orang, lebih tinggi dari mahasiswa umum karena kurangnya edukasi praktis.

Sebagai kader Islam, kita harus menjadi teladan. Saya ingat ayat Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 30, yang menegaskan tanggung jawab kita sebagai khalifah untuk tidak merusak bumi. Literatur Islam klasik, seperti karya Imam Al-Ghazali, juga menekankan keseimbangan ekosistem sebagai manifestasi tauhid.

Untuk itu, Kita  usulkan revitalisasi hablum minal alam melalui langkah konkret. Pertama, teladan dari pimpinan: senior kader harus menunjukkan contoh nyata, seperti menggunakan tas kain atau mengorganisir kampanye anti-plastik. Kedua, pembiasaan: jadikan perilaku ramah lingkungan sebagai rutinitas, misalnya dalam setiap rapat atau kegiatan sosial. Ketiga, integrasi isu lingkungan ke dalam materi kaderisasi—bukan hanya diskusi, tapi aksi seperti penanaman pohon atau edukasi masyarakat.

Dengan ini, NDP akan berubah dari dokumen mati menjadi panduan hidup yang memperkuat perjuangan abadi.

Kita  yakin, jika kita serius, kader PMII bisa menjadi agen perubahan. Ini bukan utopia; ini panggilan moral. Mari kita buktikan bahwa Islam bukan hanya tentang ritual, tapi juga tentang menjaga bumi untuk anak cucu kita.

Revitalisasi ini akan memperkokoh fondasi pergerakan Islam kontemporer, menjadikan kita relevan di era modern. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan untuk mewujudkannya.

Penulis: Lukman Hakim, Nur Aziza, M. Imam Ghozali Fauzi (Kader PMII Rayon Pembaharuan Al-Ghazali)

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Krisis Kesadaran Lingkungan Kader PMII: Revitalisasi Hablum Minal Alam dalam NDP
  • Krisis Kesadaran Lingkungan Kader PMII: Revitalisasi Hablum Minal Alam dalam NDP
  • Krisis Kesadaran Lingkungan Kader PMII: Revitalisasi Hablum Minal Alam dalam NDP
  • Krisis Kesadaran Lingkungan Kader PMII: Revitalisasi Hablum Minal Alam dalam NDP
  • Krisis Kesadaran Lingkungan Kader PMII: Revitalisasi Hablum Minal Alam dalam NDP
  • Krisis Kesadaran Lingkungan Kader PMII: Revitalisasi Hablum Minal Alam dalam NDP
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad