Nalarmerdeka.com – Laga lanjutan Premier League antara Manchester United dan Fulham pada Minggu (1 Februari 2026) malam WIB di Old Trafford menyajikan drama tak terlupakan bagi para suporter Setan Merah. Dalam pertandingan yang penuh perubahan momentum itu, Manchester United berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3–2, berkat gol kemenangan dramatis dari Benjamin Sesko di masa injury time. Kemenangan ini semakin mempertegas tren positif tim asuhan Michael Carrick, sekaligus membawa MU kembali ke empat besar klasemen Liga Inggris.
Babak Pertama: MU Memimpin Lewat Sundulan Casemiro
Laga dimulai dengan tempo cepat dari kedua tim, namun United selangkah lebih dulu menunjukkan agresivitasnya. Pada menit ke-19, dari sebuah situasi set-piece, gelandang veteran Casemiro memanfaatkan umpan silang matang dari Bruno Fernandes untuk menyundul bola ke gawang Fulham dan membuka skor 1–0 bagi tuan rumah. Gol ini menjadi bukti kualitas bola udara Casemiro, sekaligus menunjukkan chemistry yang terus berkembang antara dirinya dan Fernandes di lini tengah United.
Sebelumnya, MU sempat dihadiahi penalti di menit 16 setelah Jorge Cuenca dianggap menjatuhkan Matheus Cunha di dalam kotak, namun setelah tinjauan VAR, wasit membatalkan keputusan penalti dan memberi tendangan bebas di luar area. Keputusan ini sempat memicu diskusi sengit di tribun dan antara para pemain.
Seusai gol Casemiro, United masih terlihat dominan, sementara pertahanan Fulham lebih banyak fokus meredam serangan. Skor 1–0 bertahan hingga akhir babak pertama, dan United memasuki ruang ganti dengan keunggulan tipis namun penting.
Babak Kedua: Cunha Gandakan Keunggulan, Fulham Balik Tekanan
Memasuki babak kedua, momentum masih berpihak pada United. Tekanan tuan rumah akhirnya berbuah gol kedua pada menit ke-56 ketika Matheus Cunha menerima umpan terobosan tajam dari Casemiro, lalu melepaskan tembakan keras tanpa bisa dihentikan oleh kiper Bernd Leno. Gol ini membuat skor menjadi 2–0 dan sejenak menenangkan Old Trafford yang riuh.
Namun Fulham tak tinggal diam. Mereka mulai berani keluar menyerang, dan beberapa peluang sempat mengancam gawang United. Fulham bahkan sempat melihat gol dari Jorge Cuenca pada menit ke-65, tetapi setelah tinjauan VAR, gol itu dianulir karena Cuenca dinyatakan berada dalam posisi offside.
Drama mulai meningkat ketika United — yang mungkin lengah sedikit karena merasa sudah nyaman dengan keunggulan dua gol — mulai kehilangan dominasi. Permainan Fulham semakin agresif dan menekan pertahanan MU.
Drama Menit Akhir: Jimenez, Kevin, dan Gol Penentu Sesko
Momentum berubah drastis pada 10 menit terakhir. Pada menit ke-85, Fulham akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Raúl Jiménez yang mencetak gol dari titik penalti setelah Harry Maguire melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Jiménez, yang terkenal akurat dari titik putih, menceploskan bola ke sudut atas gawang, membuat skor menjadi 2–1.
Tak sampai di situ, Fulham terus menekan. Pada menit ke-91, gelandang Kevin — pemain pengganti yang masuk sejak awal babak kedua — mengejutkan publik Old Trafford dengan sepakan luar biasa dari luar kotak penalti yang mengarah tepat ke pojok atas gawang. Gol spektakuler ini membuat skor menjadi 2–2, dan suasana stadion langsung berubah hening seketika.
Namun drama malam itu belum selesai. Di masa injury time tambahan, United kembali menunjukkan determinasi tinggi. Dari skenario serangan balik cepat, Bruno Fernandes memberikan umpan silang matang ke dalam kotak, yang dikontrol dengan baik oleh Benjamin Sesko. Penyerang asal Slovenia itu lalu melepaskan tendangan akurat yang menjebol gawang Fulham pada menit ke-94, menjadikan skor 3–2 untuk United. Gol ini memantik euforia besar suporter di tribun dan menjadi momen penentu kemenangan MU.
Respon dan Dampak Kemenangan
Gol Sesko di detik-detik terakhir tidak hanya menyelamatkan tiga poin, tetapi juga menunjukkan karakter kuat United dalam pertandingan sengit. Bagi Sesko sendiri, gol ini menjadi momen emosional penting. Dalam wawancara pascapertandingan, ia menyebut momen tersebut sebagai realisasi dari ambisinya untuk menjadi pahlawan dalam laga besar di Old Trafford.
Bagi pelatih Michael Carrick, kemenangan ini merupakan yang ketiga secara beruntun dan menandai awal yang menjanjikan sejak kembali menangani tim secara sementara. Hasil ini membawa United ke empat besar klasemen Liga Inggris, memberi harapan kuat bagi klub untuk bersaing memperebutkan tiket Liga Champions musim depan.
Di kubu Fulham, manajer Marco Silva dan para pemainnya merasa kecewa karena sempat unggul dalam tekanan dan mampu bangkit dari dua gol defisit. Meskipun demikian, performa tim lawan tetap dipuji karena menunjukkan semangat juang tinggi dan ketangguhan dalam duel melawan salah satu klub besar liga. Fulham tetap berada di papan tengah klasemen dan akan berusaha melanjutkan momentum positif mereka di pertandingan selanjutnya.
Pertandingan antara Manchester United dan Fulham tadi malam menjadi salah satu laga paling dramatis musim ini. Dengan tiga gol di menit-menit terakhir, termasuk gol kemenangan dari Sesko, MU berhasil meraih kemenangan penting yang menunjukkan karakter juang tinggi dan momentum positif di era kepelatihan Carrick. Bagi para suporter, ini adalah malam yang akan dikenang lama — bukan hanya karena hasilnya, tetapi juga karena ketegangan dan sepakbola menyerang penuh aksi yang tersaji sampai peluit akhir dibunyikan.
