![]() |
| Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Jawa Timur. / Foto: Wikipedia. |
Dari kegelisahan itulah, lahir sebuah gagasan besar: mendirikan universitas di tanah sendiri. Hari ini, gagasan itu menjelma menjadi Universitas Trunojoyo Madura, perguruan tinggi negeri kebanggaan masyarakat Madura yang berdiri kokoh di Kabupaten Bangkalan. Namun, sejarahnya tidak lahir dalam semalam. Ia tumbuh dari perjuangan panjang, dari status swasta hingga akhirnya menjadi milik negara.
Awal Berdiri: Universitas Bangkalan Tahun 1981
Sejarah Universitas Trunojoyo Madura bermula pada 5 Juli 1981, ketika sejumlah tokoh masyarakat Madura mendirikan sebuah perguruan tinggi swasta bernama Universitas Bangkalan. Universitas ini berdiri di bawah naungan Yayasan Universitas Bangkalan, yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh lokal, pejabat daerah, serta kalangan akademisi yang memiliki kepedulian terhadap masa depan pendidikan Madura.
Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam perintisan awal ini antara lain:
- Tokoh masyarakat Bangkalan
- Pemerintah Daerah Kabupaten Bangkalan
- Kalangan akademisi lokal
- Dukungan moral dari tokoh Madura di Jawa Timur
Tujuan pendiriannya sederhana, tetapi mendasar: memberikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Madura tanpa harus meninggalkan pulau mereka. Pada masa awal berdiri, Universitas Bangkalan membuka beberapa fakultas, di antaranya:
- Fakultas Ekonomi
- Fakultas Pertanian
Meski dengan fasilitas terbatas, universitas ini menjadi simbol harapan baru.
Tahun-Tahun Penuh Keterbatasan
Sebagai perguruan tinggi swasta di daerah yang belum berkembang secara infrastruktur pendidikan, Universitas Bangkalan menghadapi banyak tantangan. Keterbatasan itu meliputi:
- Sarana dan prasarana minim
- Jumlah dosen terbatas
- Pendanaan yang belum stabil
- Kepercayaan masyarakat yang masih tumbuh
Namun, universitas ini tetap bertahan. Para dosen mengajar dengan dedikasi tinggi. Mahasiswa datang dengan semangat perubahan. Mereka sadar, kampus ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi simbol perlawanan terhadap keterbelakangan pendidikan.
Pada masa itu, kuliah di Universitas Bangkalan bukan soal gengsi, tetapi soal kesempatan.
Perubahan Nama: Menjadi Universitas Trunojoyo
Seiring perkembangan, muncul kesadaran bahwa universitas ini membutuhkan identitas yang lebih kuat. Nama Trunojoyo kemudian dipilih, merujuk pada Pangeran Trunojoyo, pahlawan Madura abad ke-17 yang dikenal sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Nama itu bukan sekadar simbol, tetapi harapan. Harapan agar kampus ini melahirkan generasi pemberani, kritis, dan mampu mengubah nasib daerahnya.
Sejak saat itu, Universitas Bangkalan dikenal sebagai Universitas Trunojoyo.
Titik Balik Besar: Menjadi Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2001
Perjuangan terbesar universitas ini terjadi dua dekade setelah berdiri. Setelah melalui proses panjang, akhirnya pemerintah pusat mengambil keputusan bersejarah. Pada 23 Juli 2001, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2001, Universitas Trunojoyo resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Momentum ini menjadi titik balik paling penting dalam sejarahnya. Perubahan status ini berarti:
- Pendanaan dari negara
- Pengembangan fasilitas yang lebih besar
- Peningkatan kualitas akademik
- Pengakuan nasional
Sejak saat itu, namanya resmi menjadi: Universitas Trunojoyo Madura
Penambahan kata “Madura” bukan tanpa alasan. Ia menegaskan identitas geografis sekaligus kebanggaan regional.
Kampus Negeri Pertama di Pulau Madura
Status negeri menjadikan Universitas Trunojoyo Madura sebagai: Perguruan tinggi negeri pertama di Pulau Madura. Maknanya sangat besar. Ia bukan hanya institusi pendidikan, tetapi simbol kebangkitan intelektual Madura.
Untuk pertama kalinya, anak-anak Madura dapat kuliah di kampus negeri tanpa meninggalkan tanah kelahiran mereka. Sejak saat itu, jumlah mahasiswa meningkat pesat. Fakultas berkembang, meliputi:
- Fakultas Hukum
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis
- Fakultas Pertanian
- Fakultas Teknik
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya
- Fakultas Keislaman
- Fakultas Ilmu Pendidikan
- Fakultas Kedokteran
Kampus dan Perubahan Sosial Madura
Kehadiran Universitas Trunojoyo Madura membawa perubahan nyata. Ia membuka mobilitas sosial. Anak petani, nelayan, dan pedagang kecil kini memiliki peluang menjadi:
- Akademisi
- Peneliti
- Guru
- Profesional
Kampus ini juga menjadi pusat intelektual baru di Madura. Diskusi, penelitian, dan gerakan mahasiswa tumbuh. Ia bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang lahirnya kesadaran.
Lebih dari Sekadar Kampus
Hari ini, Universitas Trunojoyo Madura berdiri megah di kawasan Telang, Bangkalan, tidak jauh dari Jembatan Suramadu. Namun, gedung-gedung itu menyimpan sejarah panjang. Ia lahir dari keterbatasan. Ia tumbuh dari mimpi. Ia berdiri dari perjuangan masyarakat Madura sendiri.
Dari sebuah universitas swasta kecil pada tahun 1981, hingga menjadi perguruan tinggi negeri pada 2001, Universitas Trunojoyo Madura adalah bukti bahwa pendidikan tidak pernah lahir dari kemewahan, tetapi dari harapan. Dan di tanah garam itu, harapan itu kini telah menjelma menjadi kenyataan.
