![]() |
| Mahasiswa menyegel Kantor Pemkab Tuban dalam aksi protes menuntut evaluasi kinerja Bupati Aditya Halindra Faridzky. / Foto: Chatgpt / Nalarmerdeka. |
Nalarmerdeka.com – Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Tuban menggelar aksi demonstrasi dengan menyegel Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban sebagai bentuk protes terhadap kinerja Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky atau yang akrab disapa Lindra.
Aksi tersebut dilakukan dengan memasang berbagai atribut protes di area kantor pemerintahan sebagai simbol kekecewaan mahasiswa terhadap kepemimpinan daerah. Mereka menilai sejumlah kebijakan pemerintah daerah belum berpihak kepada masyarakat serta menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja bupati dan jajaran pemerintah daerah.
Dilansir dari Tribun Jatim, massa mahasiswa mendatangi kompleks Kantor Pemkab Tuban sambil membawa spanduk dan poster berisi tuntutan. Mereka juga melakukan aksi penyegelan sebagai bentuk tekanan agar pemerintah daerah segera merespons aspirasi yang disampaikan.
Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan di daerah. Mereka meminta pemerintah daerah lebih terbuka terhadap kritik serta memperbaiki sejumlah kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.
Selain menuntut evaluasi kinerja bupati, para demonstran juga meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan terkait sejumlah kebijakan dan program pembangunan yang dinilai belum berjalan optimal.
Aksi sempat berlangsung tegang ketika massa mencoba menyuarakan tuntutannya secara langsung di area kantor pemerintahan. Aparat keamanan yang berjaga kemudian melakukan pengamanan untuk mencegah massa masuk lebih jauh ke dalam kompleks kantor.
Mahasiswa menegaskan bahwa aksi tersebut akan terus dilakukan apabila pemerintah daerah tidak memberikan tanggapan yang jelas terhadap tuntutan mereka. Mereka berharap pemerintah daerah membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan masyarakat guna membahas berbagai persoalan yang ada di Kabupaten Tuban.
Aksi demonstrasi mahasiswa ini menjadi salah satu bentuk kritik publik terhadap jalannya pemerintahan daerah sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.
Redaktur: Muhammad Jazuli
