Scroll untuk melanjutkan membaca

75 Tahun Indonesia-Iran, Persahabatan yang Jarang Diributkan

Ilustrasi simbolis hubungan Indonesia–Iran.
Ilustrasi hubungan diplomatik Indonesia dan Iran yang terjalin sejak 1950, dengan akar sejarah, budaya, dan peradaban yang telah saling bersinggungan jauh sebelum hubungan resmi dibangun. / Ilustrasi: Muhammad Jazuli

Nalarmerdeka.com – Di tengah banyak negara yang hubungannya dengan Indonesia naik turun karena politik, Iran justru relatif tenang. Hubungan diplomatik resmi kedua negara sudah berjalan lebih dari tujuh dekade tanpa konflik besar. Padahal jejak interaksi Nusantara dan Persia jauh lebih tua dari itu, terentang sejak ribuan tahun lalu lewat jalur dagang.

Jejak Persia di Nusantara Jauh Sebelum Merdeka

Interaksi Nusantara dan Persia sudah tercatat sejak masa Kekaisaran Partia, sekitar 250 SM, ketika pedagang Persia menyusuri jalur maritim menuju kepulauan nusantara. Pada abad ke-8, jalur pelayaran Teluk Persia-Nusantara makin berkembang. Situs arkeologi Majapahit di Trowulan bahkan menyimpan keramik Persia dari abad ke-15 dan 16. Interaksi ini meninggalkan jejak panjang di bahasa Indonesia, dengan ratusan kosakata serapan dari bahasa Persia seperti anggar, bandar, cadar, dan firman.

Hubungan Resmi Dimulai Tahun 1950

Setelah Indonesia merdeka pada 1945, Iran di bawah pemerintahan Shah Reza Pahlavi memberi pengakuan kedaulatan dan membuka hubungan diplomatik resmi pada 1950, mulanya di tingkat kedutaan. Pada Mei 1951, duta besar pertama Iran untuk Indonesia, Abdul Ahad Yekta, menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Soekarno. Hubungan ini kian menguat lewat penandatanganan Perjanjian Persahabatan pada 1958. Lima tahun setelah hubungan resmi dibuka, Iran bahkan mengirim delegasi ke Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955, momentum penting solidaritas negara-negara berkembang.

Bertahan Melewati Revolusi 1979

Pergantian rezim di Iran lewat Revolusi Islam 1979 tidak menghentikan hubungan kedua negara. Kedutaan besar tetap berjalan, dan sejak saat itu hubungan Indonesia-Iran memasuki babak baru di bawah Republik Islam Iran. Sejak 2006, kunjungan tingkat tinggi antara kepala negara dan pejabat setingkat menteri kedua negara berlangsung cukup intensif. Kedua negara juga berkolaborasi di berbagai forum internasional seperti PBB, OKI, D-8, dan BRICS, dengan kesamaan sikap dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Kerja Sama Ekonomi dan Energi

Di luar politik, hubungan dagang kedua negara berjalan saling melengkapi. Indonesia jadi salah satu eksportir utama buah pinang ke Iran, sementara Iran memasok kurma ke pasar Indonesia. Di sektor pertahanan, kedua negara menandatangani nota kesepahaman kerja sama militer pada November 2022 di sela ajang Indo Defence, mencakup pertukaran kunjungan pejabat hingga pendidikan militer. Posisi Iran yang mengelola Selat Hormuz, jalur vital minyak dunia, membuat hubungan ini tetap strategis bagi ketahanan energi Indonesia meski Iran menghadapi tekanan sanksi internasional.

Hubungan yang Jarang Naik Podium Berita

Dibanding hubungan Indonesia dengan sejumlah negara besar lain, relasi dengan Iran jarang jadi sorotan utama media. Bukan karena tidak penting, tapi karena jarang terjadi gesekan besar yang memicu kontroversi. Konsistensi inilah yang membuat hubungan Indonesia-Iran bertahan lebih dari tujuh dekade tanpa banyak drama diplomatik.

Kalau hubungan bilateral paling awet justru yang paling jarang diributkan, apa yang sebenarnya membuat sebuah persahabatan antarnegara bisa bertahan lama?

Penulis: Muhammad Jazuli

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  •  75 Tahun Indonesia-Iran, Persahabatan yang Jarang Diributkan
  •  75 Tahun Indonesia-Iran, Persahabatan yang Jarang Diributkan
  •  75 Tahun Indonesia-Iran, Persahabatan yang Jarang Diributkan
  •  75 Tahun Indonesia-Iran, Persahabatan yang Jarang Diributkan
  •  75 Tahun Indonesia-Iran, Persahabatan yang Jarang Diributkan
  •  75 Tahun Indonesia-Iran, Persahabatan yang Jarang Diributkan
Posting Komentar