Scroll untuk melanjutkan membaca

Sixfinity: 9 Santri, 3 Negara, Satu Gelar Juara di Thailand

Kelompok Sixfinity berfoto bersama sambil menunjukkan sertifikat usai mengikuti International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 6. / Foto: Muhammad Khofi

Nalarmerdeka.com – Dari ratusan pendaftar, hanya segelintir yang berhasil lolos seleksi ketat International Conference Santri Mendunia 2026. Kelompok Sixfinity, atau Kelompok 6, jadi salah satu yang berhasil menembusnya, dan perjuangan panjang itu berbuah manis di penghujung acara.

Perjalanan Sembilan Santri ke Tiga Negara

Sembilan santri yang tergabung dalam Sixfinity dinyatakan lolos dan mengikuti rangkaian konferensi selama enam hari, menjangkau Malaysia, Singapura, dan Thailand. Puncaknya terjadi pada 10 Agustus 2026 di Lembah Galeri, Thailand, ketika Sixfinity dinobatkan sebagai juara kategori Color Picture. Kesembilan anggotanya adalah Naqi'ah, Fairuz, Bilal, Wais, Raffi, Fanisa, Teguh, Ama, dan Khofi, sembilan nama yang berangkat dengan satu semangat: kompak dan saling menguatkan.

Kebersamaan di Balik Kemenangan

Kemenangan ini tidak lepas dari kekompakan yang terjalin sepanjang perjalanan. Salah satu anggota kelompok menceritakan bagaimana meja makan mereka selalu jadi titik paling ramai, diwarnai canda tawa setiap hari. Begadang bersama, berdiskusi di dalam bus, sampai saling menyemangati sebelum sesi presentasi, jadi rutinitas yang membuat rasa lelah terasa ringan. Kebersamaan semacam ini yang akhirnya membentuk identitas kolektif bernama Sixfinity.

Dobel Prestasi, Dobel Kebanggaan

Kebanggaan Sixfinity bertambah karena sang ketua kelompok turut mengukir prestasi individu, meraih predikat Top 3 Best Speaker di ajang yang sama. Dua pencapaian sekaligus ini, gelar tim dan gelar personal, membuat rasa syukur kelompok berlipat ganda. Sebagai bentuk rasa syukur atas kebersamaan, hadiah juara Color Picture berupa rendang pun langsung disantap bersama-sama oleh seluruh anggota.

Sembilan Nama, Satu Identitas

Bagi anggota Sixfinity, perjalanan ini mengubah cara mereka memandang diri sendiri. Mereka berangkat dengan sembilan nama dan latar belakang berbeda, namun pulang membawa satu identitas bersama. Lolos ke tiga negara mereka anggap sebagai anugerah, sementara gelar juara yang diraih mereka maknai sebagai amanah. Kemenangan ini secara khusus mereka persembahkan untuk pondok pesantren, kampus, dan seluruh santri yang bermimpi menembus panggung dunia.

Bukti Santri Bisa Bersaing di Level Global

Kemenangan Sixfinity menjadi bukti nyata bahwa santri tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu dan kemampuan public speaking, tetapi juga tangguh dalam kolaborasi dan kekeluargaan. Semangat mengharumkan nama bangsa terlihat jelas dari cara kelompok ini bekerja sama dari awal seleksi hingga podium juara di Thailand.

Kalau sembilan santri dengan latar belakang berbeda saja bisa kompak menembus panggung internasional, apa lagi yang menghalangi santri lain untuk mencoba bermimpi sebesar itu? 

Redaktur: Muhammad Jazuli

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Sixfinity: 9 Santri, 3 Negara, Satu Gelar Juara di Thailand
  • Sixfinity: 9 Santri, 3 Negara, Satu Gelar Juara di Thailand
  • Sixfinity: 9 Santri, 3 Negara, Satu Gelar Juara di Thailand
  • Sixfinity: 9 Santri, 3 Negara, Satu Gelar Juara di Thailand
  • Sixfinity: 9 Santri, 3 Negara, Satu Gelar Juara di Thailand
  • Sixfinity: 9 Santri, 3 Negara, Satu Gelar Juara di Thailand
Posting Komentar