Scroll untuk melanjutkan membaca


Tidak semua pemimpin lahir dari singgasana. Ada yang justru dihormati tanpa mahkota, ditaati tanpa jabatan negara, dan dikenang bukan karena kekuasaan, melainkan karena gagasan yang mampu menggerakkan sebuah zaman.

H.O.S. Tjokroaminoto adalah salah satu sosok itu. Di tengah cengkeraman kolonialisme, ia tampil sebagai figur yang suaranya menggema ke berbagai penjuru Hindia Belanda. Dari rumah sederhana tempat ia mendidik murid-muridnya, lahir tokoh-tokoh yang kelak menempuh jalan ideologi yang berbeda, tetapi sama-sama mengubah arah sejarah Indonesia.

Mengapa pemerintah kolonial sampai menjulukinya "Raja Jawa Tanpa Mahkota"? Apa yang membuat pengaruhnya begitu besar hingga disegani lawan maupun kawan? Dan benarkah warisan terbesarnya bukan organisasi yang ia pimpin, melainkan cara berpikir yang ia tanamkan kepada generasi setelahnya?

Jawabannya tidak sesederhana yang selama ini kita dengar di bangku sekolah.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
Posting Komentar