Scroll untuk melanjutkan membaca

HMPS TBI Gelar SIBANU "Sinau Batik Nusantara", Ajak Mahasiswa Telusuri Jejak Sejarah dan Filosofi Motif Nusantara

Mahasiswa TBI foto bersama membentangkan kain batik di acara SIBANU.
Kebersamaan mahasiswa TBI Al-Qolam Malang usai belajar membatik bersama Batik Ganjar dalam acara SIBANU, menyatukan semangat berbudaya lewat sehelai kain batik. / Foto: Dok. HMPS TBI Al-Qolam 

Nalarmerdeka.com – Generasi muda sering dituduh acuh pada warisan budaya sendiri. Tapi pada Senin pagi, 27 Juli 2026, tuduhan itu runtuh di sanggar Batik Ganjar, Ganjaran, Gondanglegi, Malang. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Indonesia (TBI) menggelar SIBANU, "Sinau Batik Nusantara". Mahasiswa yang sehari-hari bergelut dengan teks dan bahasa, kali ini memegang canting dan mempelajari filosofi motif.

Belajar Filosofi Batik dari Owner Batik Ganjar

Sebelum praktik dimulai, Ibu Sumiati selaku owner Batik Ganjar membuka acara dengan penjelasan sederhana. Ia memaparkan proses pembatikan tahap demi tahap: pemotongan kain, penentuan pola, hingga teknik canting maupun cap. Menurutnya, pemilihan model cap dan warna sangat menentukan hasil akhir kain batik. Ragam motif pun jadi penentu keindahan dan kekhasan setiap karya. Mahasiswa tidak hanya mendengarkan, tapi aktif bertanya soal makna filosofis di balik motif-motif yang dipamerkan.

Kisah Perjalanan Batik Ganjar

Kita sering hanya melihat hasil akhir sebuah usaha, jarang menengok prosesnya. Ibu Sumiati membagikan perjalanan panjang Batik Ganjar, yang berdiri sejak 5 Juli 2019. Usaha ini berawal dari pembelajaran kecil, lalu berkembang lewat perputaran modal yang dibangun bertahap. Tantangan terbesarnya datang dari pergeseran tren zaman dan menurunnya minat generasi muda terhadap batik tradisional. Meski begitu, semangat melestarikan warisan membatik tidak pernah surut. Pada 2023, Batik Ganjar melahirkan motif khas bernama Batik Garuda, yang kini menjadi identitas produk sanggar tersebut.

Praktik Langsung: Tak Mudah tapi Menyenangkan

Memasuki sesi inti, mahasiswa TBI diajak mencoba langsung proses membatik bersama pengrajin sanggar. Prosesnya membutuhkan ketelitian tinggi dan tidak semudah kelihatannya. Namun suasana tetap penuh suka cita. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan antusias, tanpa mengurangi keseriusan memahami tekniknya. Kegiatan ini didampingi dosen TBI, Hosniyah, M.Pd., yang mengiringi mahasiswa sepanjang acara berlangsung.

Literasi Budaya lewat Bahasa

SIBANU bukan sekadar kegiatan seni rupa. Bagi program studi Tadris Bahasa Indonesia, kegiatan ini juga sarana literasi budaya. Kita tahu, bahasa dan budaya selalu berjalan beriringan. Pendekatan kebahasaan bisa jadi jalan untuk merawat kearifan lokal, termasuk seni batik yang menjadi identitas budaya bangsa.

Ketika mahasiswa bahasa memilih belajar membatik, apa sebenarnya yang mereka pertahankan? Sekadar keterampilan tangan, atau identitas yang mulai tergerus zaman? SIBANU menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak melulu soal seniman atau pengrajin. Ia bisa dimulai dari ruang kelas, dari mahasiswa yang memilih menyelami filosofi di balik selembar kain. Pertanyaannya kini, akankah semangat ini bertahan setelah acara usai, atau hanya jadi kenangan satu hari?

Penulis: Layla Zuhria Nasrullah (Mahasiswi TBI Universitas Al-Qolam Malang).

Redaktur: Muhammad Jazuli

Baca Juga
Berita Terbaru
  • HMPS TBI Gelar SIBANU "Sinau Batik Nusantara", Ajak Mahasiswa Telusuri Jejak Sejarah dan Filosofi Motif Nusantara
  • HMPS TBI Gelar SIBANU "Sinau Batik Nusantara", Ajak Mahasiswa Telusuri Jejak Sejarah dan Filosofi Motif Nusantara
  • HMPS TBI Gelar SIBANU "Sinau Batik Nusantara", Ajak Mahasiswa Telusuri Jejak Sejarah dan Filosofi Motif Nusantara
  • HMPS TBI Gelar SIBANU "Sinau Batik Nusantara", Ajak Mahasiswa Telusuri Jejak Sejarah dan Filosofi Motif Nusantara
  • HMPS TBI Gelar SIBANU "Sinau Batik Nusantara", Ajak Mahasiswa Telusuri Jejak Sejarah dan Filosofi Motif Nusantara
  • HMPS TBI Gelar SIBANU "Sinau Batik Nusantara", Ajak Mahasiswa Telusuri Jejak Sejarah dan Filosofi Motif Nusantara
Posting Komentar