![]() |
| Ilustrasi yang menggambarkan upaya meninjau kembali narasi sejarah kolonial melalui kajian sejarawan G.J. Resink. / Ilustrasi: Muhammad Jazuli |
Nalarmerdeka.com – Hampir semua dari kita pernah menghafal angka ini di bangku sekolah: Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun. Angka ini begitu melekat sampai jadi semacam identitas kolektif bangsa. Tapi ternyata, klaim ini dibantah keras oleh riset serius seorang sejarawan sejak lebih dari lima dekade lalu. Kita perlu menengok kembali dari mana angka ini berasal dan kenapa dianggap keliru.
Dari Mana Angka 350 Tahun Muncul
Narasi 350 tahun dihitung sejak kedatangan pertama orang Belanda di Nusantara pada 1596 sampai kemerdekaan Indonesia pada 1945. Masalahnya, kedatangan pertama itu adalah ekspedisi dagang Cornelis de Houtman ke Banten, bukan misi penaklukan wilayah. VOC sendiri baru berdiri pada 1602 sebagai kongsi dagang, bukan negara penjajah yang menguasai seluruh wilayah secara langsung.
Sanggahan G.J. Resink
Pada 1968, ahli hukum sekaligus sejarawan G.J. Resink menerbitkan karya berjudul Indonesia's History Between the Myths. Ia menegaskan klaim 350 tahun penjajahan sebagai konstruksi politik, bukan fakta sejarah yang berdiri di atas bukti hukum kuat. Resink menelusuri arsip perjanjian antara VOC, pemerintah kolonial, dan berbagai kerajaan di Nusantara, lalu menemukan banyak wilayah yang baru benar-benar takluk pada awal abad ke-20.
Wilayah yang Bertahan Sampai Abad ke-20
Bukti paling kuat ada pada wilayah-wilayah yang justru baru jatuh menjelang akhir masa kolonial. Kesultanan Aceh baru benar-benar dikuasai penuh sekitar 1904 setelah perang panjang. Kerajaan Klungkung di Bali baru takluk pada 1908 lewat puputan berdarah. Kalau dihitung dari titik penaklukan terakhir ini, praktis Belanda hanya sempat menguasai seluruh Nusantara sekitar 37 hingga 40 tahun sebelum kemerdekaan.
Pemerintah Kolonial Resmi Baru Berdiri 1800
Fakta penting lain sering terlewat dalam narasi 350 tahun. VOC bukan pemerintah, melainkan kongsi dagang swasta yang diberi hak istimewa oleh negara Belanda. Setelah VOC bangkrut pada 1799 akibat korupsi dan utang menumpuk, barulah pemerintah Hindia Belanda resmi terbentuk pada 1800 sebagai penguasa kolonial langsung. Artinya, periode penjajahan negara secara formal jauh lebih pendek dari cerita yang selama ini kita percaya.
Kenapa Mitos Ini Bertahan Lama
Angka 350 tahun pertama kali dipopulerkan pejabat kolonial Belanda sendiri, termasuk klaim Gubernur Jenderal de Jonge pada 1936 yang menyebut Belanda sudah berkuasa 300 tahun sebagai bentuk kebanggaan kolonial. Ironisnya, angka ini justru makin tertanam kuat lewat pidato-pidato politik Soekarno pascakemerdekaan, lalu diwariskan turun-temurun lewat kurikulum sekolah tanpa banyak dipertanyakan ulang.
Kalau ternyata penjajahan penuh atas seluruh Nusantara hanya berlangsung puluhan tahun, kenapa narasi 350 tahun tetap kita pertahankan sampai sekarang? Apakah ini soal akurasi sejarah, atau ada kepentingan politik dan identitas kolektif yang membuat kita enggan merevisinya? Menurutmu, mana yang lebih penting untuk terus diajarkan ke generasi berikutnya?
Penulis: Muhammad Jazuli (Founder Nalarmerdeka.com)
