Scroll untuk melanjutkan membaca

Dari Pesantren ke Kampus: Sejarah Berdirinya IAIN Sunan Ampel

 

Gedung Kampus UINSA
Gedung kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. / Foto: Lukjsly / Wikimedia Commons

Nalarmerdeka.com - Pada 1950, sekelompok tokoh muslim Jawa Timur berkumpul dengan satu keyakinan sederhana tapi berat: umat Islam di daerah ini butuh perguruan tinggi agama yang berdiri di atas tanah sendiri. Bukan sekadar cabang yang bergantung ke Yogyakarta atau Jakarta. Perjuangan itu butuh sebelas tahun untuk menemukan bentuknya — dan hasilnya adalah institusi yang hari ini kita kenal sebagai UIN Sunan Ampel Surabaya, salah satu perguruan tinggi Islam tertua dan paling berpengaruh di Indonesia. Tapi sejarah yang panjang itu jarang diceritakan selengkapnya.

Bermula dari Pertemuan di Jombang

Segalanya dimulai bukan di Surabaya, melainkan di Jombang — kota yang sudah lama menjadi jantung tradisi pesantren Jawa Timur. Pada 1961, para tokoh cendekiawan dan ulama muslim Jawa Timur menggelar pertemuan bersejarah. Rapat tersebut dihadiri Prof. Soenarjo, Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang hadir membawa gagasan dan dukungan konkret.

Dari pertemuan itu lahir keputusan penting: mendirikan dua fakultas sebagai cabang IAIN Yogyakarta — Fakultas Syariah di Surabaya dengan dekan Prof. K.H. A. Sjafi'i Abdul Karim, dan Fakultas Tarbiyah di Malang dengan dekan Prof. Dr. Moh. Koesno, S.H. Untuk menopang dua fakultas itu, dibentuklah Yayasan Badan Wakaf Kesejahteraan Fakultas Syariah dan Tarbiyah — sebuah inisiatif mandiri yang membuktikan bahwa pendirian kampus ini bukan proyek top-down dari pemerintah, melainkan gerakan bawah yang didorong komunitas.

Numpang Gedung, tapi Semangat Tidak Numpang

Kenyataan awal kampus ini jauh dari megah. Karena belum punya gedung sendiri, Fakultas Syariah Surabaya menumpang di Taman Pendidikan Putri NU di Jalan Ahmad Yani, Wonokromo. Fakultas Tarbiyah di Malang berkegiatan di gedung Fakultas Tarbiyah wal Ta'lim NU di Jalan Dinoyo. Sementara Fakultas Ushuluddin yang kemudian berdiri di Kediri pada 1 Oktober 1964 menumpang di gedung SMAN 1 Kediri.

Pada 28 Oktober 1961, Menteri Agama meresmikan pendirian Fakultas Syariah di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah di Malang. Tapi statusnya masih sebagai IAIN Cabang Surabaya di bawah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kampus yang mandiri belum lahir — itu masih butuh empat tahun lagi.

5 Juli 1965: Hari yang Jadi Tonggak

IAIN Cabang Surabaya berdiri secara resmi dengan nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya pada 5 Juli 1965 berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 20 Tahun 1965. Nama Sunan Ampel dipilih bukan sembarangan — ia merujuk pada Raden Rahmat, salah satu Wali Sanga yang menyebarkan Islam di Surabaya pada abad ke-14, dan yang makamnya hingga kini menjadi salah satu situs ziarah paling ramai di Jawa Timur. Memilih nama itu adalah pernyataan identitas: kampus ini tumbuh dari akar tradisi Islam Nusantara yang panjang. 

IAIN Sunan Ampel diresmikan sebagai institusi Pendidikan Tinggi Islam oleh Menteri Agama RI, Prof. KH. Saifuddin Zuhri, sesuai dengan SK No. 20 tahun 1965, yang ditandatanganinya pada tanggal 13 Mei 1965. Pada waktu itu, baru ada tiga IAIN di seluruh Indonesia: IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan IAIN Sunan Ampel Surabaya. Menjadi yang ketiga bukan posisi yang mudah, tapi justru dari sanalah IAIN Sunan Ampel mulai membangun pengaruhnya.

Ekspansi yang Luar Biasa dan Konsolidasi yang Perlu

Dari 1966 hingga 1970, IAIN Sunan Ampel berkembang dengan luar biasa cepat — dari tahun 1966–1970, universitas telah memiliki 18 fakultas yang tersebar di tiga provinsi yaitu Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Dari ekspansi itu lahirlah banyak kampus yang kini berdiri mandiri: IAIN Tulungagung, IAIN Jember, IAIN Ponorogo, hingga kampus-kampus yang kini sudah berstatus UIN di berbagai daerah. 

Tapi ekspansi yang terlalu cepat punya risikonya sendiri. Pada 1971–1975, akreditasi internal dilakukan, dan hasilnya lima fakultas harus ditutup atau digabung karena tidak memenuhi standar. Ini bukan kegagalan — ini adalah proses pendewasaan institusi yang memilih kualitas di atas sekadar kuantitas.

Pada 1997, berdasarkan Keppres No. 11 Tahun 1997, seluruh fakultas cabang di luar Surabaya diubah statusnya menjadi STAIN yang berdiri sendiri. IAIN Sunan Ampel kembali fokus ke Surabaya dengan lima fakultas induk. Sebuah langkah mundur secara jumlah, tapi langkah maju secara kelembagaan.

Dari IAIN ke UIN: Integrasi Dua Menara Ilmu

IAIN berubah statuta menjadi UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berdasarkan Peraturan Presiden No. 65 Tahun 2013 tanggal 2 Oktober 2013. Perubahan ini bukan sekadar ganti nama — ia mencerminkan pergeseran paradigma: dari institusi yang hanya mengajarkan ilmu agama, menjadi universitas yang mengintegrasikan ilmu keagamaan dengan ilmu umum dalam satu kerangka yang disebut integrated twin towers — dua menara kembar yang masing-masing mewakili dua tradisi keilmuan besar, dan yang tersambung karena memang seharusnya tidak terpisahkan.

Hari ini, UINSA berdiri di atas lahan lebih dari 259 ribu meter persegi dan telah meraih akreditasi A dari BAN-PT. Lebih dari itu, ia adalah bukti hidup bahwa kampus bisa lahir dari gerakan komunitas, bukan semata-mata dari kebijakan negara.

Kalau perjalanan dari Jombang 1961 ke UINSA 2025 mengajarkan satu hal, mungkin ini: kampus yang lahir dari kebutuhan nyata dan semangat komunitas punya akar yang lebih dalam — dan akar itulah yang membuat ia tetap berdiri bahkan ketika angin berubah arah. Pertanyaannya, apakah semangat akar itu masih terasa hari ini di dalam dinding kampusnya sendiri?

Penulis: Muhammad Jazuli

Referensi:

  • UINSA, "Sejarah UINSA" (uinsa.ac.id)
  • Wikipedia Indonesia, "Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya"
  • NursyamCentre, "UIN Sunan Ampel Sudah 56 Tahun" (2021)
  • Quipper, "Sekilas Tentang UIN Sunan Ampel Surabaya"
Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Dari Pesantren ke Kampus: Sejarah Berdirinya IAIN Sunan Ampel
  • Dari Pesantren ke Kampus: Sejarah Berdirinya IAIN Sunan Ampel
  • Dari Pesantren ke Kampus: Sejarah Berdirinya IAIN Sunan Ampel
  • Dari Pesantren ke Kampus: Sejarah Berdirinya IAIN Sunan Ampel
  • Dari Pesantren ke Kampus: Sejarah Berdirinya IAIN Sunan Ampel
  • Dari Pesantren ke Kampus: Sejarah Berdirinya IAIN Sunan Ampel
Posting Komentar