Scroll untuk melanjutkan membaca

PMII Komisariat Al-Qolam Malang Siap Menyambut Mahasiswa Baru Berbasis Pengetahuan dan Moralitas: Membangun Nalar, Menjaga Moral, Menghidupkan Gerakan

Foto Andri Saputra, Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Al-Qolam Malang sekaligus anggota Rayon Pembaharuan Al-Ghazali Komisariat PMII Al-Qolam Malang, penulis artikel ini, saat berpose mengenakan jas almamater biru berlambang PMII di ruang aula kampus. / Gambar: Andri Saputra 

Nalarmerdeka.com – Kita masuk kampus biasanya dengan pertanyaan sederhana: bagaimana caranya lulus cepat dan dapat IPK tinggi? Padahal ada pertanyaan lain yang jauh lebih penting, tapi jarang kita ajukan sejak awal. Bukan soal berapa nilai yang ingin dikejar, melainkan manusia seperti apa yang ingin kita bentuk setelah menjadi mahasiswa. Pertanyaan inilah yang coba dihidupkan kembali oleh PMII Komisariat Al-Qolam Malang untuk menyambut mahasiswa baru.

Kuliah Bukan Sekadar Pindah Ruang

Menjadi mahasiswa sering dipahami sebagai pindah dari bangku sekolah ke ruang kuliah: pakai almamater, kejar tugas, kejar indeks prestasi, lalu wisuda. Padahal masa kuliah adalah ruang untuk membentuk cara berpikir, menemukan jati diri, membangun karakter, dan memperluas relasi. Universitas Al-Qolam Malang sendiri mengusung visi sebagai Universitas Transformatif Berbasis Pesantren Bereputasi Internasional. Misinya menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang terintegrasi dengan nilai keislaman, sekaligus mengembangkan transformasi berbasis pesantren dalam riset, pengabdian, dan pembelajaran. Artinya, capaian akademik saja tidak cukup. Kita idealnya tumbuh sebagai pribadi yang berpengetahuan, berkarakter, peduli, dan mampu berkontribusi. Di sinilah organisasi mahasiswa seperti PMII menemukan relevansinya.

PMII: Ruang Belajar Sosial, Bukan Sekadar Kumpul

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia lahir 17 April 1960 di Surabaya. PMII tumbuh dari tradisi intelektual dan keislaman yang punya keterhubungan historis dengan Nahdlatul Ulama. Dalam perjalanannya, PMII menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai kelompok terdidik, tapi bagian masyarakat yang punya tanggung jawab sosial. Tiga kata dalam namanya punya makna masing-masing. "Mahasiswa" menunjukkan posisi intelektual kita, tapi ilmu tidak seharusnya berhenti jadi pengetahuan pribadi—ia harus berdampak sosial. "Islam" memberi orientasi nilai lewat perspektif Ahlussunnah Wal Jamaah yang menekankan keseimbangan, moderasi, keadilan, dan toleransi. "Pergerakan" menegaskan bahwa pengetahuan dan nilai harus diwujudkan lewat tindakan nyata, bukan berhenti di kepala. Karena itu, PMII adalah ruang belajar sosial: tempat kita berdiskusi, mengelola perbedaan, belajar memimpin, membangun jaringan, dan menguji gagasan lewat pengalaman nyata.

Nalar dan Moral: Dua Pilar yang Tidak Bisa Dipisah

Menjadi mahasiswa berarti dituntut berpikir lebih kritis. Kita tidak cukup bertanya "apa", tapi juga "mengapa", "bagaimana", dan "untuk siapa". Tradisi membaca, berdiskusi, menulis, dan mengkaji jadi penting supaya kita tidak kehilangan daya kritis di tengah derasnya informasi. Orientasi ini sejalan dengan paradigma keilmuan Al-Qolam yang menekankan riset, integrasi-interkoneksi keilmuan, serta nilai pesantren dan Aswaja, di mana riset dipandang punya implikasi praksis bagi transformasi sosial.

Tapi pengetahuan saja tidak selalu cukup. Kita bisa punya kemampuan berpikir tinggi, tapi tanpa moralitas, pengetahuan itu bisa kehilangan arah. PMII berpegang pada Aswaja sebagai manhaj al-fikr sekaligus manhaj al-harakah—cara berpikir sekaligus cara bergerak—yang tercermin dalam tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), i'tidal (adil dan proporsional), dan tasamuh (toleran). Berbeda pendapat tidak harus berujung permusuhan. Bersikap kritis tidak berarti kehilangan adab. Tradisi pesantren yang jadi identitas Al-Qolam juga membawa nilai serupa: kecintaan pada ilmu, kerendahan hati, kemandirian, penghormatan pada guru, dan persaudaraan.

Dari Kesadaran Menuju Gerakan

Pengetahuan melahirkan kesadaran. Kesadaran melahirkan kepedulian. Kepedulian mendorong tindakan—inilah makna "pergerakan" dalam PMII. Lewat Nilai Dasar Pergerakan, kader PMII diarahkan menjadikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan tanggung jawab lingkungan sebagai dasar membaca dan merespons kehidupan. Prinsip ini nyambung dengan orientasi Al-Qolam yang menempatkan riset, pembelajaran, dan pengabdian sebagai bagian dari transformasi berbasis pesantren. Kita tidak hanya didorong berpengetahuan, tapi juga berani memakai pengetahuan itu untuk kemaslahatan bersama.

Kampus dan Organisasi, Dua Ruang yang Saling Mengisi

Kampus memberi ruang akademik untuk memperoleh ilmu. Organisasi memberi ruang pengalaman untuk mengujinya dalam kehidupan sosial. Kuliah membentuk kapasitas akademik kita, organisasi melatih kapasitas sosial dan kepemimpinan. Keduanya bertemu dalam satu tujuan: membentuk manusia yang berilmu, berkarakter, dan bermanfaat. Al-Qolam sendiri memaknai lulusannya sebagai "sarjana santri"—lulusan yang berpola pikir, bersikap, dan berperilaku Ahlussunnah Wal Jamaah. Dalam konteks itu, PMII Komisariat Al-Qolam ingin hadir sebagai ruang tumbuh: tempat memperoleh wawasan baru, memperluas relasi, menemukan minat dan bakat, serta belajar bekerja sama dengan orang lain.

Mahasiswa baru tidak harus langsung tahu semuanya. Yang dibutuhkan hanya kemauan untuk belajar membaca dunia, memahami perbedaan, menerima kritik, memimpin dan dipimpin, serta bekerja bersama orang lain. Sebab menjadi mahasiswa bukan cuma soal mendapat gelar, melainkan proses membentuk manusia yang berpikir jernih, bersikap dengan nilai, dan bergerak dengan tujuan. Jadi, pertanyaannya kembali ke kita: mau berhenti mengejar IPK, atau berani mulai membangun nalar, menjaga moral, dan menghidupkan gerakan sejak semester pertama?

Penulis: Andri Saputra (Wakil Presma Universitas Al-Qolam Malang dan Anggota rayon Pembaharuan Al-Ghazali Komisariat Al-Qolam Malang)

Redaktur: Muhammad Jazuli 

Baca Juga
Berita Terbaru
  • PMII Komisariat Al-Qolam Malang Siap Menyambut Mahasiswa Baru Berbasis Pengetahuan dan Moralitas: Membangun Nalar, Menjaga Moral, Menghidupkan Gerakan
  • PMII Komisariat Al-Qolam Malang Siap Menyambut Mahasiswa Baru Berbasis Pengetahuan dan Moralitas: Membangun Nalar, Menjaga Moral, Menghidupkan Gerakan
  • PMII Komisariat Al-Qolam Malang Siap Menyambut Mahasiswa Baru Berbasis Pengetahuan dan Moralitas: Membangun Nalar, Menjaga Moral, Menghidupkan Gerakan
  • PMII Komisariat Al-Qolam Malang Siap Menyambut Mahasiswa Baru Berbasis Pengetahuan dan Moralitas: Membangun Nalar, Menjaga Moral, Menghidupkan Gerakan
  • PMII Komisariat Al-Qolam Malang Siap Menyambut Mahasiswa Baru Berbasis Pengetahuan dan Moralitas: Membangun Nalar, Menjaga Moral, Menghidupkan Gerakan
  • PMII Komisariat Al-Qolam Malang Siap Menyambut Mahasiswa Baru Berbasis Pengetahuan dan Moralitas: Membangun Nalar, Menjaga Moral, Menghidupkan Gerakan
Posting Komentar